Ribut Kok Soal Toa? Kalian ini Picik atau Bego?

Hanya kaum Muslim bolot bin katrok bin picik bin cupet saja yang meributkan soal toa atau pengeras suara (loudspeaker), apalagi sampai membuat keonaran dan kekerasan hanya karena soal toa!

Lebih bego dan picik lagi yang menganggap orang-orang yang minta suara keras dikecilin sebagai “penista agama” (Islam). Lebih bego, cupet, dan picik lagi jika ada orang yang mengklaim rela “jihad” dan perang hanya karena persoalan toa.

Memang benar, kecerdasan ada batasnya, tapi kebahlulan dan kedunguan memang betul-betul tak terbatas bak samudra yang tak bertepi, laksana langit yang tak berujung.

Bagi orang yang mempunyai akal sehat, pikiran jernih, dan hati nurani yang masih berfungsi sulit untuk memberi label “penista agama“, apalagi sampai ngamuk kesetanan dan rela jihad hanya karena persoalan toa yang bid’ah dan made in Barat itu!

Kok bisa, ada orang yang ngamuk dan mengobarkan jihad atas nama Islam, padahal dalam agama ini tidak ada doktrin dan ajaran tentang toa? Toa juga bukan budaya Muslim. Nabi Muhammad pun tak pernah memakainya wong toa sendiri baru diciptakan pada abad ke-19 oleh para ilmuwan “kapir” Barat.

Toa sendiri konon baru diperkenalkan penggunaannya di masjid tahun 1930an. Dulu, sebelum ada teknologi toa, umat Islam di Nusantara menggunakan bedug dan kentongan untuk memanggil orang salat. Maka, status toa itu sama dengan bedug dan kentongan itu. Masak umat Islam rela jihad hanya karena urusan bedug dan kentongan? Apa nggak diketawain para kampret yang bergelantungan nanti?

***

Karena merasa penting-tidak penting urusan pertoanan inilah mengapa berbagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, termasuk di Timur Tengah, juga membatasi penggunaan toa.

Mayoritas negara-negara dimana umat Islam menjadi mayoritas rata-rata menggunakan toa dengan suara keluar masjid hanya untuk azan saja sebagai “panggilan salat”. Ada juga sebagian, selain untuk azan, juga dipakai untuk khotbah Jumat. Tapi jarang sekali. Selebihnya dilarang penggunaan toa hingga keluar masjid. Hanya boleh dipakai internal masjid saja (misalnya untuk salat, baca Al-Qur’an, pengajian, dlsb).

Kementerian Urusan Islam Saudi, seperti ditulis oleh Hala Al-Qahtani, juga membatasi penggunaan toa masjid yang hanya boleh dipakai keluar kalau untuk azan, khotbah Jumat, Idul Fitri dan Idul Azha, juga ketika salat minta hujan. Itu saja. Selebihnya harus dipakai kedalam masjid saja.

Dasarnya mengacu pada Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 110: “….janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu, dan jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara kedua itu”. Selain dalil naqli ini, juga karena pertimbangan “ketertiban sosial” dan mendahulukan “kepentingan umum”.

Di Uni Emirat Arab, penggunaan toa keluar juga dibatasi secara gegara protes warga (Saeed Lakhal) tentang penggunaan toa untuk ceramah-ceramah intoleran dan radikal.

Di Bahrain, negara tetangga Saudi, aturan penggunaan toa masjid lebih ketat lagi. Toa yang suaranya boleh keluar masjid hanya digunakan saat azan saja. Titik. Tidak pakai koma. Selebihnya harus digunakan untuk inernal masjid saja.

Masjid-masjid yang berisik karena suara toa akan dikenai sanksi hukum. Kementerian Urusan Islam, Keadilan dan Waqaf, seperti ditegaskan oleh Abdallah Al Mualy, secara tegas mengatakan bahwa masjid yang menolak merendahkan volume suara toa, akan dicabut semua peralatan sound system dan pihak takmir masjid akan dikenai sanki.

Jadi Indonesia ini mungkin satu-satunya negara mayoritas Muslim dimana toa masjid dan “adiknya” (musala atau langgar) bisa bebas merdeka digunakan untuk kegiatan apa saja dan kapan saja. Tapi lucunya, masih saja ada suara-suara kampret kutilen yang sering mengigau kalau umat Islam di Indonesia itu tertindas, pemerintah anti-Islam, dlsb. Tertindas dan anti-Islam dengkulmu mlonyot.

catatan Sumanto Al Qurtuby

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 345 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.