AHOK adalah POLITIKUS yg Kita Perlukan!

Pernahkah Anda membayangkan untuk menjadi seorang Ahok meskipun hanya sedetik?

Harus diakui secara jujur dan jika mengingkarinya, Anda berarti termasuk golongan “kapirun” dan “munapikun”, tidak banyak tokoh dimanapun yang memiliki kualitas seperti dia.

Ia dihujat, dicaci-maki, difitnah, didemo berjilid-jilid oleh “7 juta umat”, dan bahkan diancam bunuh. Ia juga dipaksa turun dari gubernur, dan pada waktu nyagub, orang-orang diteror untuk tidak memilihnya.

Mereka mengancam akan menelantarkan mayat-mayat yang sewaktu hidupnya (atau bahkan anggota keluarga si mayat) memilih Ahok sebagai gubernur untuk tidak disolati.

Mereka mengancam akan “meng-Mei 1998-kan” alias memporakporandakan Jakarta jika Ahok terpilih jadi gubernur.

Kala itu, Ahok menjadi korban persekongkolan jahat para politisi busuk, pengusaha rakus, dan tokoh agama bodong.

Ahok hadapi sendiri semua itu. Ia pantang kabur, pantang ngumpet, pantang “umroh” ke Yarusalem, pantang pura-pura sakit, pantang menabrakkan diri ke tiang listrik, pantang akting gila dan lupa ingatan, pantang mencari-cari alasan dizalimi atau dikriminalkan, meskipun ia jelas-jelas dizalimi dan dikriminalkan.

Ia terima segala kezaliman yang dialamatkan kepadanya dengan lapang dada. Ia tegar hadapi semua proses peradilan yang melelahkan dan penuh dengan ancaman itu. Akhirnya, ia terima keputusan pengadilan yang penuh dengan intrik dan rekayasa itu dengan jiwa besar.

Jika semua itu menimpa pada diri Anda, sanggupkah Anda menghadapinya? Saya pun mungkin tak sanggup.

***

Yang membuat saya semakin mengagumi Ahok, meskipun saya belum sempat menemuinya, adalah ia tidak marah, ngambek, mutung, apalagi balas dendam dengan orang-orang yang pernah menyakiti dan menzaliminya. Ia bahkan memaafkan mereka semua.

Ahok tetap menggunakan akal sehat, hati nurani, dan kepala jernih dalam membaca sesuatu dan menyikapi fenomena sosial yang terjadi di Indonesia.

Ahok tetap mengedepankan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat luas ketimbang ego dan keakuannya.

Sikap Ahok ini jauh berbeda dengan sejumlah tokoh lain yang ngambek, marah, mencak-mencak, dan bahkan memaki-maki kesana-kemari kepada orang-orang yang dianggap “menjatuhkannya”, hanya lantaran hasrat, keinginan, dan ambisinya tak terpenuhi. Hanya gagal menjadi calon wakil ketua kelas saja, ada yang ngamuk dimana-mana.

Inilah bedanya “negarawan ori” dengan “negarawan KW”. Ahok adalah contoh dari “negarawan sejati” yang sulit dicari padanannya, apalagi di saat negara ini sedang mengalami paceklik kader dan tokoh idealis. Kalau hanya mengaku-aku “tokoh nasional”, Indonesia punya segambreng!

***

Jika Anda mengaku sebagai Ahoker, maka jangan hanya bersimpati saja dengan apa yang menimpa Ahok tetapi tirulah sikap kenegarawanannya yang lebih mementingkan kepentingan bangsa dan masyarakat banyak ketimbang diri sendiri, keluarga, atau kelompoknya.

Jika Anda mengaku sebagai “pengikut” setia Ahok tetapi berjiwa kerdil, maka Anda sejatinya adalah “Ahoker KW”.

Ini sama seperti orang yang mengklaim sebagai pengikut Muhammad, Yesus, Sidharta, Konfusius, dlsb tetapi tidak pernah mencontoh akhlak atau moralitas beliau-beliau, maka sejatinya adalah seorang Muslim KW, Kristen KW, Budha KW, Konghucu KW, begitu seterusnya.

Semoga Ahok diberi umur panjang sehingga bisa mengabdi kembali untuk negeri yang memang membutuhkan “sentuhan magis” tangan-tangan orang hebat seperti dirinya, bukan sentuhan tangan orang-orang jahat, bahlul, licik, dan serakah seperti orang-orang onoh

catatan Sumanto Al Qurtuby

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 329 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.