Krisis Identitas

Apakah kalian pernah lihat ilmuwan beragama kristen menyebut dirinya ilmuwan kristen ? atau ilmuwan beragama buddha menyebut dirinya ilmuwan buddha ? ilmuwan beragama hindu menyebut dirinya ilmuwan hindu ? ilmuwan beragama yahudi menyebut dirinya ilmuwan yahudi ? bahkan ilmuwan2 modern hari ini yg sebagian besar di dominasi oleh orang2 atheist dan agnostic tidak pernah menyebut dirinya ilmuwan atheist walaupun sering di serang karena keatheistannya ini,

Tapi sebaliknya ilmuwan beragama islam kenapa selalu menyebutkan dirinya atau di sebut dunia islam ilmuwan muslim atau ilmuwan islam ?? hal ini ane rasa karena krisis identitas di dunia islam.

Suka tidak suka faktanya hari ini umat islam adalah umat no 2 terbesar di dunia setelah umat kristen, tapi masalahnya sekarang walaupun menjadi umat terbesar no 2 di dunia, sumbangsih dunia islam kepada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi modern sangat minim, kita bisa lihat hampir semua penemuan modern sangat jarang di temukan oleh orang islam, bahkan dalam raihan penghargaan nobel ilmuwan atau filsuf beragama islam yg memenangkan nobel jumlahnya kecil sekali (kurang dari 1 % atau tepatnya cuman 0,8% doang)

bandingkan dengan yahudi yg bahkan tidak masuk 10 agama terbesar di dunia ilmuwanya hampir mendominasi 20 % lebih penghargaan nobel, sedangkan kristen jangan di tanya karena selain umat bergama paling besar di dunia mereka juga mendominasi 60 % penghargaan nobel, sedangkan atheis cukup senang sedang dengan 7 – 10 % raihan nobel karena memang komunitas atheist termasuk yg paling kecil di dunia kalah jauh dengan kaum agamais² besar dunia, tapi secara persentase perbandingan jumlah umat dengan penghargaan nobel, atheist adalah yg tertinggi, itu sebabnya banyak ilmuwan, sejarawan, dan filsuf yg atheist

nah oleh karena capain yg kecil ini dunia islam mengalami krisis identitas, alih² mencetak generasi baru islam yg lebih konsen ke sains dan mengurangi doktrin agama, dunia islam malah sibuk dengan politik identitas, dimana klo ada orang islam yg jadi ilmuwan atau bikin suatu penemuan baru pasti deh langsung di sebut² ilmuwan islam atau ilmuwan muslim,

bahkan gak cukup sampai di situ dunia islam juga terkadang mengclaim bahwa ilmuwan² besar mereka di jaman lampau seperti ibnu sina, al razi, al farabi, al kindi, dll adalah ilmuwan yg paling berjasa bagi kemajuan dunia hari ini, karena rumus ilmiah yg mereka temukan masih di gunakan sampai hari ini. Hal ini sebenarnya salah karena hampir semua ilmuwan besar di jaman keemasan islam seperti Ibnu sina, al razi, dll itu di musuhi para ulama islam sendiri, bahkan imam al ghazali memvonis ibnu sina sesat.

Ditambah lagi dunia islam harus paham klo ilmu pengetahuan itu bukan penemuan satu kelompok atau satu aliran agama saja, tapi merupakan proses panjang yg melewati waktu ribuan tahun dan ribuan peradaban yg lebih lampau, bahkan ilmuwan² islam di jaman golden age islam dulu pun semuanya ngambil pondasi pemikiran sains, ilmiah, dan filsafatnya dari budaya yunani dan romawi kuno, jadi bukan sepenuhnya berasal dari dunia islam saja. Jadi tentunya tidak tepat ilmu pengetahuan di claim milik agama dan keyakinan tertentu.

catatan Agung

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 360 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.