Kelas Poligami: Cermin Kedunguan & Keterbelakangan

Poligami adalah salah satu contoh terbaik tentang mengapa kita sebaiknya tidak menjiplak perilaku Nabi Muhammad dan memahami teks Al Qur’an begitu saja.

Apa yang dilakukan Nabi Muhammad di abad ke-7 di masyarakat Arab tradisional harus dipahami dalam konteks sosial budaya di masa itu. Waktu itu, beristri banyak adalah kelaziman. Tidak ada yang janggal karena posisi perempuan memang berada di tangga bawah masyarakat. Perempuan adalah warga kelas dua. Pria adalah penguasa yang memandang perempuan sebagai hak milik yang boleh diperlakukan sesuka yang dia mau.

Kedatangan Islam melalui Nabi Muhammad merombak itu. Ada banyak ayat dalam Al Quran yang mengandung semangat kesetaraan antara pria dan perempuan. Jumlah istri pun dibatasi. Istri harus diperlakukan secara terhormat. Perempuan menjadi manusia penuh. Nabi Muhammad bahkan bisa dimarahi oleh para istri.

Poligami memang masih bisa dilakukan, tapi bukan sebagai sesuatu yang ideal melainkan sebagai hal yang bisa dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya di saat perang ketika kaum pria berguguran atau dalam rangka menyelamatkan sang perempuan.

Ketika Nabi Muhammad wafat, perjuangan kesetaraan perempuan itu belum selesai. Masyarakat Arab masa itu masih terlalu terbelakang untuk bisa sungguh-sungguh menerima argumen kesetaraan gender. Tapi Nabi Muhammad sudah meletakkan fondasi ke arah sana. Umat Islam seharusnya melanjutkannya berdasarkan gagasan substantif yang dibawa dalam perilaku Nabi.

Kalau ada orang-orang yang sekarang mengkampanyekan poligami sebagai sebuah pilihan yang membawa kebahagiaan, orang-orang itu pada dasarnya adalah kaum yang mempermainkan agama. Atau mereka adalah mereka yang menjual agama dengan harga murah. Atau mungkin juga karena mereka bodoh.

Apapun alasannya, kelas poligami yang ditawarkan dengan biaya Rp 3,5 juta ini adalah cermin kedunguan dan keterbelakangan.

catatan Ade Armando

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 273 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.