Ratna Sarumpaet Yang Kebangetan…

Di bawah tenda Posko SAR Basarnas Pelabuhan Tiga Ras Danau Toba, ratusan orang berkumpul. Mereka para keluarga korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun, 18 Juni 2018 lalu.

Sudah dua minggu mereka di sana menguntit tim Basarnas menolong keluarga mereka. Air mata mereka bahkan sudah kering. Kulit mereka menghitam. Wajah mereka lesu dengan ratap duka terpantul dari kelopak mata mereka.

Hari ini, mereka duduk lesehan di bawah tenda. Mereka ingin mendengar pemaparan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut Pandjatan hadir mewakili pemerintah untuk menyampaikan hasil rapat tim gabungan SAR.

Suasana duka menyeruak dari wajah-wajah letih para ibu dan bapak di bawah tenda. Mereka ingin tahu apa hasil laporan pemerintah.

Di tengah suasana kedukaan itu, tetiba terdengar menyeruak suara keras memecah kedukaan para keluarga korban yang sedang menunggu Luhut bucara.

“Kamu jangan mau dibayar!”, teriak seorang perempuan tua dari belakang.

Sontak suasana khidmat hening menjadi ricuh. Suara perempuan tua dari belakang itu membuat sekeliling menoleh.

Siapa dia?

Ratna Sarumpaet!

Ya perempuan tua itu adalah Ratna Sarumpaet. Ratna memprotes keluarga korban yang mau mendengar Luhut bicara.

“Saya tidak dibayar. Saya warga Danau Toba. Keluarga saya terkena. Kami tahu soal Danau toba. Keluar kau”, balas seorang perempuan paruh baya lantang sambil menunjuk Ratna Sarumpaet dengan jari telunjuknya. Ratna terus nyinyir ngomel di belakang.

“Aku mau bicara sama Luhut !”, teriak Ratna tidak mau kalah.

“Prioritas saya keluarga korban. Nanti kita bicara. Kau boleh ngomong sama orang lain. Jangan kau macam-macam sama saya. Apa kau!”, balas Luhut tegas dengan wajah menahan emosi.

Seorang Ibu tua berdiri dari duduknya. Ia histeris. Ia menangis sesunggukan. Dua belas keluarganya mati dalam tragedi itu.

“Janganlah ribut di sini. Janganlah ribut kita”, lirihnya sambil menangis terisak.

Seketika suasana tenda tampak semakin larut dalam sedih emosional. Kehadiran Ratna di sana membuat luka keluarga korban semakin tersayat. Entah apa maksud Ratna memprovokasi keluarga korban yang ingin mendengar laporan pemerintah.

Beberapa aparat tampak sigap. Ratna diusir dari tenda.

Hari ini saya sungguh tidak menyangka ada seorang manusia mengusik kedukaan dan isak tangis air mata dengan kebencian menyala-nyala.

Rasanya teriakan Ratna Sarumpaet di tenda duka Pelabuhan Tiga Ras itu adalah umpatan paling menyedihkan yang pernah saya dengar dari mulut busuknya.

Tidak bisakah politisi semprul ini menunggu pemerintah menyampaikan laporannya, bukan malah memprovokasi keluarga korban?

“Kamu jangan mau dibayar!”, katamu penuh kebencian.

Rasanya iblis saja tidak akan mampu mengatakan kalimat ini pada seorang ibu yang baru saja kehilangan anak-anaknya.

Tapi kamu bisa Ratna…kamu sanggup…

Aahhh rasanya entahlah…koq saya kehilangan rasa belas kasihan sama perempuan ini..

catatan Birgaldo Sinaga

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 273 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.