Manusia Berhati Emas

“Siapa manusia ‘terkaya’ dalam hidup ini?”

Apakah mereka yang memiliki harta melimpah? Tidak!
Apakah mereka yang memiliki jabatan tinggi? Tidak!
Apakah mereka yang memiliki gelar tinggi? Tidak!

Orang terkaya ialah mereka yang berhati dan berakhlaq mulia. Dia tidak silau dengan pernak-pernik kehidupan duniawi. Dan hal itu saya temukan ada pada pribadi seorang bernama Pak Zubaidi (65), yang kebetulan juga berkerja sebagai pemungut sampah (pemulung).

Mungkin orang lain melihat profesi beliau adalah profesi yang rendah, namun tidak dengan kemuliaan hatinya. Dengan segala keterbatasan pendidikan dan hidup yang jauh dari kemewahan, beliau memiliki kekayaan iman serta hati yang mulia. Sudah seringkali beliau mengembalikan uang hasil temuannya. Mulai dari nominal jutaan hingga 20jt lebih.

Semua hasil temuannya tidak pernah sekalipun diambil. Bukan hanya uang, namun ada juga STNK dan lain-lain jika diketahui alamatnya maka beliau akan mengantarkan sendiri. Sungguh pak Zubaidi adalah sosok manusia ‘berhati emas’ diera milenial seperti saat ini.

Kisah pak Zubaidi ini seakan menampar para oknum politisi dan pejabat bejat di negeri ini.

Ada anggota DPR, ketua DPR, ketua MK, Hakim MK, Gubernur, Walikota, Bupati, hingga Menteri Agama yang terlibat korupsi di negeri ini. Apakah mereka semua itu tergolong orang yang tidak mampu dari segi financial? Tidak juga, karena mereka punya mobil dan punya segala apa yang dimau.

Mereka yang punya latar belakang pendidikan tinggi, jabatan tinggi dan harta yang melimpah justru masih merasa miskin segalanya. Miskin moral, miskin akhlaq dan teemasuk miskin harta karena tak pernah bersyukur atas apa yang dimiliki. Buktinya mereka masuk jurang karena terlibat kasus korupsi.
Hari ini kita mendapatkan pelajaran berharga dari kisah pak Zubaidi, seorang pemulung berhati emas yang sangat jujur, tabah dan mulia.

Saya yakin, kebenaran akan selalu mencari jalannya meskipun banyak pihak yang ingin membelokkan kebenaran tersebut. Siapa sangka dari kejujuran yang terus dipupuk di dalam hati pak Zubaidi, akhirnya beliau dapat bertemu dengan Presiden RI orang nomor satu di Republik ini.

Ketika beliau diundang buka bersama bersmaPresiden Joko Widodo, beliau dipanggil untuk maju ke panggung. Ketika ditanya mintak apa, sebutkan saja apapun permintaannya. Subhanallah tak disangka ternyata permintaan beliau hanya ingin salaman dan foto bersama Presiden.

Apa yang diminta beliau bukan uang, bukan juga rumah mewah, tapi yang diminta hanya sesuatu yang sangat sederhana, hingga semua yang mendengarkan terheran-heran dan kemudian memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghormatan.

Semoga kisah pak Zubaidi ini dapat memacu motivasi bagi siapapun yang membacanya, agar kita selalu semangat untuk terus intropeksi dan memperbaiki diri kita masing2. Semoga kita diberi kemudahan oleh Tuhan agar selalu berlaku jujur dan menjaga akhlaq yang baik seperti pak Zubaidi. Aamiin.

Jika suatu saat saya bertemu dengan beliau, ingin rasanya saya suguhkan segelas minuman kesukaan beliau. Salam hormat dariku Yusuf Muhammad untuk pak Zubaidi. Semoga selalu sehat dan menginspirasi.

catatan Yusuf Muhammad

Yuuk Langganan Video Kami. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya

Iklan

1 Comment

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.