Apa itu Teroris?

Ini bagian yang sering diributkan oleh banyak orang. “Kenapa bom panci yang hanya meledak dan tidak menimbulkan korban pelakunya dituduh teroris, sedangkan bom di Alam Sutra yang demikian kuat tidak disebut teroris? Karena yang di Alam Sutra pelakunya Kristen,” tuduh seorang politikus.

Banyak pernyataan seperti itu, dari orang-orang yang tidak rela dengan ditangkapnya orang-orang Islam yang terbukti melakukan atau merencanakan teror. Bagi mereka, memberi label teroris pada orang-orang itu hanya akan memperburuk citra Islam.

Mari kita lihat dulu soalnya secara terpisah. Lihat perilaku pemasang dan pembuat bom itu, tanpa membandingkannya dengan perilaku pihak lain. Mau kita sebut apa orang-orang itu? Pelaku kriminal biasa? Motifnya apa? Motif itu menjadi salah satu faktor penting dalam penyelidikan tindak pidana/kriminal.

Jadi, mari kita tanya pada teroris itu. “Kenapa kamu mengebom?”

“Karena saya harus membunuh kafir, dan itu akan membuat saya masuk surga, sesuai ajaran di kitab suci saya.”

Orang seperti itu tidak patut disebut teroris? Mereka bekerja secara terorganisir, ada jalur komando, ada ideologi. Jaringannya luas. Mau kita sebut apa mereka itu? Preman? Kita tidak bisa memberi label lain selain teroris. Pembunuh biasa tidak bertindak seperti itu. Perampok juga bukan. Jadi mau disebut apa? Cheerleader?

Lalu kenapa pelaku serangan bom di Alam Sutra itu bukan teroris? Pertama, ia bekerja sendiri, tidak membentuk jaringan. Motifnya juga bukan karena dorongan ideologi atau agama. Itu adalah kriminal tunggal.

Tapi seandainya pelaku serangan bom Alam Sutra itu disebut teroris, apakah akan membuat label teroris kepada pelaku teror yang beragama Islam tadi jadi berubah maknanya? Apakah karena pelaku yang menganut agama lain juga disebut teroris, lantas gelar teroris kepada mereka menjadi sah? Tidak ada hubungan, bukan?

Memberi label itu memperjelas tindakan apa yang harus dilakukan. Dalam kasus bom panci, misalnya, kita harus mencari siapa lagi yang terlibat di situ, karena biasanya ada pelaku lain lagi yang siap melakukan hal serupa. Dalam hal bom Alam Sutra, kejadiannya berhenti sampai di pelaku itu saja, karena ia bekerja sendiri.

Sama halnya dengan perbandingan dengan gerakan separatis seperti OPM. Mereka tidak disebut teroris bukan karena beragama Kristen. GAM di Aceh juga tidak disebut teroris. OPM dan GAM itu disebut separatis. Kenapa begitu? Karena tujuan mereka memang memisahkan diri dari Indonesia. Karena tujuan itulah maka penangannya harus dilakukan dengan cara penanganan separatisme. Kalau dilakukan dengan pola penanganan terorisme tidak akan cocok, dan bisa membahayakan.

Dalam penanganan separatisme ada ruang perundingan, baik dengan pihak separatisnya maupun dengan pihak lain yang ingin menengahi. Adakah ruang perundingan dengan para teroris? Adakah yang akan jadi penengah? Tidak.

Dengan pertanyaan yang sama, apakah kalau para separatis OPM itu diberi label teroris akan membuat label yang diberikan pada para peneror tadi menjadi lebih indah?

Pemberian label itu tujuan utamanya adalah memperjelas tindakan penanganan yang harus dilakukan. Itu tidak ada hubungan dengan memperburuk citra Islam. Bukan pemberi label yang memperburuk citra Islam, tapi para teroris pelaku tindakan keji itulah yang memperburuknya. Kenapa mereka justru masih mau dilindungi, disayang-sayang, sedangkan para aparat yang berjuang, bertaruh nyawa untuk menjaga keamanan, justru dianggap sebagai musuh Islam? Padahal sebagian besar dari mereka juga adalah orang-orang Islam.

catatan Kang Hasan

Yuuk Langganan Video² kaya diatas.. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.