Politik Baju (Prabowo vs Jokowi)

Politik Baju: Udara politik Indonesia saat ini sangat beracun (toxic). Mungkin karena menjelang Pilpres. Segala sesuatu bisa diplintir untuk jadi politis. Termasuk soal: Baju.

Sodara tahu, Prabowo suka sekali meniru gaya Bung Karno. Mungkin itu cerminan jiwa ‘nasionalis’ dia. Dia juga suka baju dengan kantong banyak. Celananya selalu kombor. Kalau soal celana kombor, saya sangat mengerti. Karena saya juga melakukannya. Itu untuk menutupi perut yang membuncit.

Prabowo juga suka sesuatu yang megah, yang grandeur. Dia naik kuda memeriksa pasukan. Kudanya kualitas yang sangat baik. Kabarnya jenis Lusitano dari Portugal, yang harganya (menurut kurs beberapa tahun lalu) bisa mencapai 3 milyar per ekor. Tentu saja, Prabowo kelihatan anggun dengan kuda gagah itu. Kuda yang gagah membikin pengendaranya gagah juga.

Prabowo gemar tampil seperti Pangeran Diponegoro. Ini juga tidak mengherankan karena, menurut sejarahwan Peter Carey, Prabowo adalah keturunan salah seorang asisten Pangeran Diponegoro. Walaupun bukan keturunan langsung Diponegoro, itu sudah cukup untuk menghubungkan dengan aura kepahlawanan.

Gaya berpakaian Prabowo sangat kontras dengan Jokowi. Jokowi lebih senang berpakain putih lengan panjang yang digulung. Dia berusaha tidak tampil mewah. Dalam satu foto oleh majalah Tempo tidak lama setelah dia terpilih jadi presiden, Jokowi tampil dengan pose sebagai tukang becak. Dan, dengan pose seperti di foto itu, seandainya Anda taruh Jokowi di jalanan kota Solo, tentu banyak yang menawarnya untuk mengantar pergi ke Pasar Gede.

Sudah lihat Jokowi “the Rider”? Dia naik sepeda motor ala Chopper, dengan jacket jeans, sepatu kets, persis gaya anak muda tahun 1980an. Kabarnya, Jokowi di-set untuk menarik anak muda millenials. Dalam hal ini, dia agak salah. Karena millenials memang suka yang casual tetapi bukan jaket jeans sepatu kets model jaman pedangdut kribo Hamdan Att. masih aktif menyanyi. Tapi sudahlah.

Yang jelas, Jokowi ingin benar-benar kelihatan seperti orang kebanyakan. Dalam satu foto saya lihat dia dikejar seorang anak muda tanpa baju. Tidak ada beda antara anak muda itu dengan Jokowi. Mereka hanyalah orang kebanyakan yang biasa-biasa saja. Dan sama-sama kerempeng.

Kita semua tahu, Jokowi senang blusukan. Walau dalam blusukannya banyak wartawan hadir juga. Presiden yang kurus ini berusaha untuk tidak terlihat berbeda dengan rakyat yang dipimpinnya.

Kita kembali ke Prabowo. Beredar foto di sosial media Prabowo memakai pakaian yang ‘berantakan.” Tentu saja foto ini memancing canda tawa di dunia internet. Kita, para penggemar internet, memang suka jahil — yang oleh para politisi dan kaum haus pencitraan menganggap kejahilan itu ‘bullying.”

Andre Rosiade, anggota Badan Komunikas DPP Partai Gerindra, meradang ketika boss-nya dibilang berantakan. Dia mengatakan bahwa Prabowo berpakaian rangkap. Foto itu, katanya, diambil di kereta api dalam perjalanan ke Banyumas. Prabowo akan menghadiri acara ‘Prabowo Menyapa, Tatap Muka Bersama Warga Banyumas’.

Kenapa bajunya kok berantakan? Kata Rosiade, Prabowo kedinginan. “Jadi Pak Prabowo di atas kereta. Itu beliau pakai baju rangkap dua tambahan untuk tidur karena dingin di atas kereta. Nah lagi mau tidur tiba-tiba staf kereta api minta foto bareng sama beliau.”

Masih belum selesai. “Pak Prabowo orangnya kan tidak terlalu kuat dingin kan. Kalau bisa lihat Pak Prabowo kalau di pesawat kedinginan kan pakai kaus kaki, pakai syal itulah. Jadi jangan mem-bully kalau nggak tahu infonya. Pak Prabowo itu sudah mau tidur tiba-tiba kan dingin lalu dia pakai baju tambahan, rangkap dua jadinya. Bukan nggak rapi. Karena mau tidur,” tambah Rosiade.

Ini menarik. Kita tidak pernah tahu bahwa Prabowo tidak tahan dingin. Sejak kapan dia tidak tahan dingin? Bukankah dia mantan pasukan anti-teror yang latihannya luar biasa beratnya itu — tentu mendekap dingin adalah bagian dari latihan. Penjelasan Rosiade ini membuat ingatan saya melayang ke mereka yang pernah diculik dan ditahan di Markas Kopassus di Cijantung saat Prabowo jadi Danjen kesatuan itu. Para tahanan itu harus tidur diatas balok es! Agak geli saya mendengar ternyata Prabowo harus berbaju rangkap untuk menahan dingin.

Tapi memang, Prabowo di foto itu terlihat menggemaskan. Dia terlihat lebih chubby. Saya tidak bisa tidak tertawa, karena ingat pada seorang kawan yang pernah menggelari dia sebagai “Pangeran Tomat.”

Dan tidak lupa, untuk politisi belum afdol rasanya membela boss tanpa sedikit menjambak rambut lawannya. “Kalau lihat penampilan Pak Prabowo, ya jauhlah lebih kerenan Pak Prabowo daripada Pak Jokowi mau pake baju apa saja.”

Untuk saya, ini bukan soal keren-kerenan. Ini soal representasi. Cara mereka membentuk image itu mewakili cara mereka melihat rakyat pemilih. Prabowo tentu saja percaya bahwa rakyat akan meghargai kemegahan. Dia percaya pada simbol-simbol yang kekuatan. Sekalipun, ya itu tadi, encoknya kumat kalau kedinginan.

Sebaliknya Jokowi percaya kalau dia tampak seperti rakyat biasa. Dia percaya pada blusukan keluar masuk kampung. Tapi, dia juga ingin semua orang tahu kalau dia keluar masuk kampung. Sama seperti dia mau semua orang tahu kalau dia naik sepeda motor dengan jaket jeans sepatu kets.

Yang mana yang lebih baik? Untuk soal itu, saya serahkan pada Sodara-sodara sekali. Hanya saja, saya punya satu permintaan baik kepada Prabowo maupun Jokowi. Mohon dengan teramat sangat, jangan telanjang. Untuk soal itu, tidak ada yang menarik dari Anda berdua!

catatan Made Supriatna

Yuuk Langganan Video² kaya diatas.. GRATIS! KLIK DISINI!!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 331 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.