Apa Islam Menjadi Sumber Ajaran Terorisme? Jawabannya: YA!

Apakah Islam menjadi sumber ajaran terorisme? Ya. Buktinya sederhana, yaitu bahwa para teroris itu menggunakan ayat-ayat Quran sebagai dasar bagi tindakan mereka. Kalau saya sodorkan ayat-ayatnya, orang-orang akan berkata bahwa ayat itu ada konteksnya, bahwa para teroris itu salah tafsir. Itulah masalahnya. Mereka tidak merasa salah tafsir. Bagi mereka itulah tafsir yang benar.

Saya selalu ingat kutipan tulisan Sam Harris tentang kitab-kitab suci. “Orang-orang mengatakan bahwa kitab suci harus dibaca secara kontekstual. Masalahnya, ayat-ayat di kitab suci justru melarang pembacaan secara kontekstual itu.” Itulah yang diikuti oleh para teroris itu. Mereka anti pada pembacaan kitab suci berdasarkan akal. Bagi mereka itu seperti mengikuti hawa nafsu.

Kunci masalahnya ada pada pemikiran soal negara. Masih sangat banyak orang Islam yang berpikir bahwa negara harus berdiri berdasarkan syariat Islam. Artinya, negara dalam format seperti sekarang ini adalah keliru, sesat, dan berdosa. Orang-orang itu merasa tidak nyaman dengan keadaan itu.Mereka berikhtiar agar negara Islam itu bisa ditegakkan.

Format ikhtiarnya berbeda-beda. Ada yang memakai gerakan teroganisir seperti HTI, atau melalui kegiatan politik praktis seperti PKS. Ada pula yang melalui ormas. NU dan Muhammadiyah secara resmi menyatakan mendukung NKRI sebagai bentuk final negara yang diterima oleh Islam. Tapi dalam tubuh kedua organisasi itu ada saja orang yang berpendapat berbeda.

Bagi para teroris itu, yang mereka lakukan adalah perjuangan menegakkan kembali negara Islam, khilafah, sebagaimana yang diajarkan Nabi melalui perang-perang selama beliau masih hidup.

Orang-orang lagi-lagi mengklaim bahwa perang-perang itu adalah perang defensif untuk mempertahankan diri. Tidak. Justru sebaliknya, perang defensif itu hanya sedikit, yaitu ketika orang-orang Islam di Madinah diserang oleh Quraisy Mekkah. Jumlahnya sedikit, seperti Perang Badar, Uhud, dan Khandaq.

Ada begitu banyak perang lain yang sifatnya ofensif. Faktanya, ketika Nabi wafat, wilayah kekuasaannya sudah meliputi hampir seluruh wilayah Hijaz. Kalau sifatnya defensif, kekuasaannya tentu hanya akan meliputi wilayah sekitar Madinah saja.

Sejak awal sejarahnya Islam memang melakukan banyak penaklukan. Itu diteruskan pada masa khalifah, hingga ke masa Bani Umayyah dan Abbasiyah.

Saya katakan bahwa itu adalah sejarah. Lazimnya pada zaman itu orang-orang memang melakukan penaklukan. Makanya saya katakan bahwa ayat-ayat itu harus diperlakukan sebagai sejarah saja, bukan sebagai ajaran agama. Tapi pendapat saya ini bahkan ditolak oleh kalangan moderat. Bagi mereka tidak mungkin ada ayat yang boleh ditinggalkan. Di situlah peliknya. Orang masih merasa menjalankan ayat-ayat secara lengkap, padahal mereka sebenarnya sudah meninggalkannya.

Kembali ke soal teroris tadi, adalah fakta bahwa tindakan mereka bersumber dari ajaran Islam, meskipun kalangan moderat tidak mengakuinya sebagai ajaran Islam. Masalahnya, mereka tidak butuh pengakuan kalian.

catatan Kang Hasan

HELP OUR YOUTUBE CHANNEL GROW

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 311 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.