Tentang Penyanderaan di Mako Brimob

Kejadian mencekam di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok akhirnya berakhir pagi ini. Sekitar pukul tujuh pagi, batas waktu yang diberikan kepolisian kepada para teroris yang berulah usai sudah: menyerah atau diserbu. Sampai dinihari tadi, mereka masih menguasai 37 pucuk senjata api dan ribuan amunisi.

Fajar tiba, dan 145 dari 155 tahanan/narapidana teroris keluar satu per satu tanpa syarat dengan tangan teracung.

Sepuluh pentolan teroris menolak tunduk, maka jalan keras ditempuh aparat: granat asap, bom dan granat air mata dihamparkan ke mereka disertai serbuan polisi terlatih.

Sepuluh yang tersisa itu akhirnya menyerah. Lengkap sudah 155 tahanan, seluruhnya hidup — kecuali satu orang yang tewas di awal kejadian saat merampas senjata polisi.

Yang tertinggal kini adalah kesedihan semata. Juga kesadaran bahwa kekejaman yang tak terperi dari mereka yang tengah dimabuk dogma sesungguhnya hadir di pekarangan bangsa ini — bangsa yang berabad-abad masa dikenal sebagai bangsa yang ramah dan welas asih. Mereka, para teroris durjana ini, menyembelih polisi yang tak berdaya, menikam dan menyayat tubuh bhayangkara negara yang juga punya sanak dan keluarga.

Dan polisi tak membalaskannya dengan kekejaman yang sama, tak menuruti kemarahan untuk membantai orang-orang yang menewaskan rekan-rekannya. Mereka menyimpan rapat-rapat rasa marah itu jauh di dasar hati. Mereka adalah bhayangkara negara yang bertindak bukan atas kehendak pribadi.

Pagi ini, tepat ketika peristiwa di Mako Brimob itu berakhir, kita masih akan mengingat kekejaman yang mereka lakukan itu dalam waktu yang lama. Juga merekam dalam-dalam di memori tentang orang-orang yang justru bersorak di luar, di ranah media sosial, di perbincangan-perbincangan warung kopi.

Semenjak hari ini, kita akan menyaksikan bagaimana negeri ini, polisi kita — dengan dukungan penuh masyarakat yang bertahun-tahun dapat menikmati tidur lelap yang nyaman berkat kesiap-siagaan mereka — melakukan pembersihan anasir-anasir yang mengganggu, yang menyokong para pengkhianat republik.

catatan Tomi Lebang

 

HELP OUR YOUTUBE CHANNEL GROW

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 345 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.