Sains Tidak Memperhitungkan Tuhan!

Apakah sains menegasi keberadaan Tuhan? Tidak. Jangan sampai keliru membedakan antara science dan scientist. Ada banyak scientist yang menegasi Tuhan. Pada saat yang sama, ada banyak yang memgimani Tuhan. Jadi, soal Tuhan adalah soal preferensi para scientist, bukan soal sains itu sendiri.

Lebih tepat disebut bahwa sains tidak ngreken, atau memperhitungkan Tuhan. Tidak nganggep. Tidak memasukkan Tuhan dalam pembahasannya. Kalau begitu sama dengan tidak mengakui Tuhan, dong? Bukan begitu. Tidak memperhitungkan itu bukan mengabaikan.

Objek kajian sains adalah hal-hal yang bisa dibuktikan secara empiris, bisa dinalarkan dengan akal melalui model dan rumusan matematis. Tuhan tidak bisa dibegitukan. Ibaratnya, Anda mau mendeteksi air pakai detektor logam (maaf analogi ini secara sains tidak tepat benar). Atau lebih gampang, seperti Anda pesan pecel lele di restoran sushi. Tidak nyambung.

Bagi banyak orang, ini dipandang sebagai bentuk arogansi sains. Padahal tidak. Sains hanya tahu diri. Sains tidak membahas sesuatu yang memang di luar lingkup bahasannya.

Bagi orang beriman keadaan ini sungguh mengganjal. Mereka berharap sains bisa dipakai untuk membahas Tuhan. Sama dengan kalangan ateis, mereka juga gatel ingin memakai sains sebagai bukti ketiadaan Tuhan. Tapi keduanya tidak bisa seperti itu. Yang bisa adalah yang maksa, rumangsa bisa.

Bagi sains Tuhan itu embuh.

catatan Kang Hasan

Iklan

2 Comments

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.