Apa yg Menuntun Manusia Berbuat Kebaikan?

Ada nenek tua yang berjalan terhuyung-huyung di pinggir jalan. Dari arah belakang datang sepeda motor yang berlari kencang. Anda melihat kejadian itu, Anda perkirakan si nenek akan tertabrak motor. Anda segera menarik nenek itu untuk menepi ke tempat yang aman.

Dalam keadaan itu, apa yang menuntun Anda untuk membantu nenek itu? Apakah Anda ingat pada perintah Tuhan agar senantiasa menyelamatkan manusia? Atau, Anda membantu karena sistem refleks Anda memerintahkan untuk menyelamatkan nenek itu?

Anda makan pagi atau siang? Apa yang mendorong Anda untuk makan? Mungkin 90% karena rasa lapar. Sisanya karena alasan lain, seperti karena tertarik pada kelezatan suatu jenis makanan. Berapa persen yang makan dengan kesadaran bahwa makan itu perlu dilakukan agar tidak mati, dan tidak makan itu adalah perbuatan menyiksa diri dan dilarang Tuhan? Dugaan saya di bawah 0,1%.

Anda kuliah. Untuk apa? Ingin lulus dan dapat kerja. Berapa persen orang kuliah dengan niat menuntut ilmu agar dapat pahala?

Ada tas berisi uang tertinggal di kursi di sebelah Anda. Apakah Anda akan mencuri uang di tas itu? Tidak. Kenapa? Anda tidak mau jadi pencuri, karena Anda tidak nyaman menjadi pencuri. Anda juga takut masuk penjara. Berapa persen yang tidak mencuri karena takut berdosa dan masuk neraka? Persentasenya cukup besar, tapi tetap lebih kecil dibanding dengan persentasi 2 alasan sebelumnya.

Anda mencintai orang tua Anda. Apakah setiap kali Anda merasakan cinta atau bersikap hormat pada mereka Anda selalu ingat pada ajaran agama yang memerintahkan Anda untuk hormat pada orang tua? Tidak. Sebagian dari sikap cinta itu refleks. Sebagian lain dipicu oleh berbagai kenangan indah bersama orang tua.

Banyak orang menyimpulkan bahwa ia menjadi baik, berbuat baik, karena agama. Ia menjauhi hal-hal buruk, karena dilarang agama. Tapi sebenarnya dalam keseharian tidak demikian. Orang berbuat baik karena dorongan-dorongan natural. Tapi tidakkah dorongan-dorongan natural itu dibentuk oleh agama? Hanya sebagian kecil saja.

Ada hal-hal khusus yang terjadi karena dorongan agama. Misalnya orang salat. Meski demikian, banyak juga yang salat karena dorongan lain, misalnya karena tunduk pada tekanan sosial. Banyak orang berjilbab, mengaku karena dorongan perintah menutup aurat. Tapi sebenarnya sangat banyak yang tidak tahu seluk beluk perintah. Mereka berjilbab karena orang-orang di sekitar berjilbab.

Sama halnya dengan orang Islam tidak makan babi. Mungkin 98% alasannya karena dilarang agama. Tidak minum minuman keras, mungkin 90% karena agama, 10% karena alasan lain. Tidak berzina, 95% karena alasan agama, 5% karena alasan lain. Itu semua perkiraan kasar saja.

Ada hal-hal di mana dorongan agama sangat dominan, ada yang tidak. Manusia bisa berbuat baik dan sangat baik, tanpa beragama, tanpa percaya Tuhan. Tapi ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan karena dorongan agama, yaitu yang menyangkut ibadah dan larangan tertentu.

Nah, kenapa orang Indonesia sulit tertib berlalu lintas, atau sulit menjaga kebersihan di ruang publik? Pertama, karena tidak dibiasakan. Kedua, tidak ada sistem nilai (tradisi) yang menjunjung tinggi ketertiban. Ketiga, agama secara verbal dan langsung juga tidak mendorong tindakan itu.

Menariknya, di Dufan misalnya, orang Indonesia bisa sangat tertib antre. Di mal mewah jarang orang membuang sampah sembarangan. Apakah ajaran agama sangat dominan mempengaruhi pikiran orang di tempat-tempat itu? Tidak. Sistem sosial lokal di tempat itu bekerja dengan baik. Orang malu kalau tidak tertib di situ.

Masih yakin bahwa agama adalah panglima yang menjaga Anda untuk tetap baik? Mungkin Anda cuma delusional.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 225 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s