Ketika Kamu biasa diistimewakan, Kesetaraan Rasanya seperti Penindasan

Ketika kamu sudah terbiasa menyalakan Toa keras-keras pagi siang sore malam, permintaan untuk mengecilkan suara saja akan terasa seperti pelecehan

Ketika kamu sudah terbiasa meminta dihormati saat puasa, warung yang buka di siang Ramadhan saja akan terasa seperti penghinaan

Ketika kamu sudah terbiasa menutup jalan untuk ibadahmu sendiri, ibadah orang lain di muka umum pun akan terasa seperti tantangan

Ketika kamu sudah terbiasa menyerang dan menghakimi orang lain dengan dalil-dalil agamamu, balasan sedikit saja akan terasa seperti penistaan.

Ketika standar yang sama diterapkan kepadamu, kamu mengeluh, “ini penindasan!”
Ketika kamu diminta untuk setara dengan yang lainnya, kamu berteriak, “ini kezaliman!”

Negeri ini bukan cuma milikmu, sayang.
Negeri ini milik semua orang.
Rumah semua orang.
Rumah kita, rumah bersama tempat lahir dan berpulang.

catatan Mita Handayani

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.