Agama dan Pemakan Nasi

Ada orang pemakan nasi. Dia merasa tidak bisa hidup tanpa nasi. Sudah makan sepiring mie, ia tetap mencari nasi. Kalau tidak makan nasi, ia merasa belum makan.

Masalah? Tidak. Tapi ada pemakan nasi yang tidak paham bahwa nasi hanyalah satu jenis makanan. Ada pilihan-pilihan lain yang juga bisa dimakan, dan orang bisa hidup dengannya tanpa perlu makan nasi. Maka si pemakan nasi ini heran dan merasa aneh melihat orang yang hidup tanpa makan nasi.

Demikian pula dengan agama. Banyak orang yang menganggap agama itu segalanya. Segala sesuatu akan baik dengan agama, dan segala sesuatu akan rusak tanpa agama. “Kalau tidak beragama maka saya akan jadi orang jahat,” katanya. Ia merasa telah jadi orang baik dengan tuntunan agama.

Seperti pemakan nasi tadi, ia mengira semua orang seperti dirinya. Ia akan jadi buruk tanpa agama, maka ia anggap orang lain pun begitu. Maka ia menganggap orang yang tidak beragama sebagai orang yang buruk.

Agama membuat dia bahagia, maka dia mengira orang yang tidak beragama itu menderita, stress, tidak tenang, dan seterusnya.

Kau hanya perlu tahu bahwa tanpa nasi hidup akan baik-baik saja.

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 364 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.