Bisakah Jadi Muslim sekaligus K-Poper?

Ada yang menarik dari ceramah UAS (yang notabene Ustadz Aswaja) soal hukum menggemari film korea, dan ceramah seorang Ustadz Salafy yang saya lupa namanya, yang mengharamkan memakai Kaus Bola dengan nama punggung pemain kafir (bahasa halusnya: non-muslim).

Meski kelihatannya berangkat dari dua kubu pemikiran yang bersebrangan, sepertinya mereka sama-sama berpegang teguh pada konsep Al Wala’ wa Al Bara’ (loyal kepada sesama muslim, dan berlepas diri dari non muslim) dengan begitu kerasnya, sampai-sampai jika menggemari film yang dibuat non-muslim, atau memakai jersey dengan nama punggung non-muslim maka seorang muslim dianggap berdosa dan bahkan bisa kafir karena tidak berlepas diri dari non-muslim!

Aduhai.. menurut saya sungguhlah repot pemahaman seperti ini, bayangkan.. Aku jadi tak boleh menggemari SpongeBob karena itu buatan kafir, atau Doraemon karena buatan kafir

Para remaja dan anak-anak zaman sekarang akan dipaksa membuat pilihan sulit, jadi K-Poper(Penggemar Korea) atau jadi Muslim, Jadi Otaku (Penggemar Jepang) atau jadi Muslim, jadi penggemar Ronaldo atau jadi Muslim? kalau kamu K-Poper atau Otaku atau penggemar Ronaldo maka kamu Kafir!

Coba tanya akal sehat dan nurani anda, pertanyaan seperti itu wajar tidak kita tanyakan kepada anak-anak dan para remaja kita? “Hai adek, kamu jangan nonton Naruto, pengarangnya, Mashashi Kishimoto itu Kafir! Kamu pilih mana jadi penggemar Kishimoto atau penggemar Nabi Muhammad!”

Waduh, saya khawatir kalau wacana keislaman seperti ini diterus-teruskan, kelak banyak anak-anak yang justru menjadi agnostik, atheis, atau malah menjadi penyembah Indomie, karena merasa agamanya tidak lagi memberi ruang untuk mereka.

Untung saja.. konsep Al-Wala wal Bara’ yang demikian ketat seperti itu bukan satu-satunya pilihan. Kalau saya lebih srek dengan pendapat Habib Ali Jifri, yang menyatakan bahwa konsep Al-Wala’ wal Bara’ itu bukan bagian dari aqidah, bahkan bukan bagian dari agama! (kalau penasaran, lengkapnya bisa disimak di Episode 9 Humanity Before Religiosity, monggo digoogle).

Dengan demikian aku bisa nonton SpongeBob dan sekaligus tetap sembahyang, mengaji dan menjadi orang Islam. Gimana? Penak Toh!

catatan Fihril Kamal

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 360 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.