Iman & Hoax

Saya pernah diomeli oleh seorang kawan karena menolak cerita tentang bukti yang ditemukan NASA tentang bulan yang pernah terbelah. “Kamu menolak mukjizat,” tuduhnya. Padahal waktu itu saya sama sekali tidak membahas masuk akal atau tidaknya cerita bulan pernah terbelah itu. Saya membahas bahwa cerita seolah NASA menemukan bukti bahwa bulan pernah terbelah itu cerita palsu.

Anda mungkin pernah membacanya di zaman milis dulu, konon ada orang yang tampil di TV Inggris yang bercerita bahwa batu-batu yang dibawa dari bulan oleh NASA menunjukkan bahwa bebebatuan itu seperti pernah terputus kemudian tersambung kembali. Waktu itu saya bantah ke teman saya, bahwa seandainya fakta itu memang ada, NASA hanya punya bukti bahwa batu yang dibawa pulang ke bumi itu pernah terputus. Tidak ada kaitannya dengan bulan pernah terbelah.

Tapi itu tak penting, karena seluruh cerita menggambarkan hoax. Bebatuan yang dimaksud kemungkinan besar tidak pernah ada dan dibahas NASA, dan wawancara TV itu juga tidak pernah ada.

Teman saya tadi memegang prinsip: Kalau Tuhan berkehendak, maka apapun bisa terjadi. Tapi apa hubungannya dengan NASA? Tidak ada. Cerita tadi tidak ada kaitan dengan kehendak Tuhan. Itu hanya cerita yang dianggap terkait dengan kehendak Tuhan. Cerita yang dikarang orang tentang kehendak Tuhan.

Ini persoalan yang sulit. Kalau kita minta orang untuk berpikir dengan akal, menolak sesuatu yang tidak masuk akal, selama orang itu beriman, ia akan punya ruang, sekecil apapun, di mana akalnya dimatikan. Iman adalah tempat di mana akal dimatikan. Orang diminta berhenti memakai akal, karena memakai akal adalah kesombongan, bermuara pada kesesatan. Iman juga menuntut untuk percaya tanpa bukti.

Tapi kan itu hanya menyangkut soal Tuhan dan nabi-Nya. Tidak juga. Seperti ilustrasi di atas, iman bisa merembet pada hal-hal lain di luar Tuhan dan nabi. Iman menjadi sebuah algoritma. Orang yang biasa menerima sesuatu yang tidak masuk akal, cenderung akan memakai algoritma itu.

Polanya, kaitkan sesuatu dengan iman, seperti cerita batu bulan NASA tadi. Hoax tentang Jokowi PKI juga tidak terlepas dari soal itu. Kita akan sulit meyakinkan orang yang percaya bahwa Jokowi itu muslim, karena isu bahwa Jokowi itu PKI sepertinya disebar oleh kelompok-kelompok yang dikenal oleh pemakan hoax sebagai pembawa kabar suci. Persis seperti kawan saya tadi, menolak kabar itu seakan menolak wahyu dari langit.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 330 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.