Iman SIapa yg Benar?

Ada orang bernama Sapariyah. Entah ini nama sebenarnya atau tidak. Entah ia benar beragama Kristen atau tidak. Dugaan saya, dia mantan muslim yang masuk Kristen, dan jadi militan.

Beberapa waktu yang lalu saya menulis penjelasan tentang agama Kristen untuk anak saya. Ini penjelasan dari sudut pandang Islam. Saya jelaskan perbedaan ajaran Islam dan Kristen tentang kisah penyaliban Yesus/Isa. Menurut Kristen, Yesus itu disalib, wafat, dan 3 hari kemudian bangkit kembali. Dalam versi Islam, Isa tidak disalib. Ia digantikan dengan salah seorang muridnya, yang wajahnya diserupakan dengan dirinya. Murid itulah yang disalib. Isa sendiri diangkat Tuhan ke sisi-Nya.

Rupanya posting ini dianggap frontal oleh Sapariyah. Dia mengontak saya, meminta saya menunjukkan referensi tentang kisah penyaliban Yesus menurut Islam. Saya tunjukkan ayat berikut tafsirnya. Tadinya saya pikir dia cuma ingin tahu referensi Islam. Ternyata tidak. Menurut Sapariyah tafsir saya salah. Tafsir ulama-ulama Islam itu salah. “Sampeyan sudah lebih dari 40 tahun tertipu oleh tukang tafsir yang sesat lagi menyesatkan,” tulisnya.

Lalu saya sadar saya sedang berhadapan dengan siapa. Saya sedang berhadapan dengan maniak yang mabok agama. Bagi dia Kristen itu benar, dan Islam itu salah tentang Yesus. Saya senyumin saja.

Di kalangan Islam banyak orang yang seperti ini. Mereka mengurai ayat-ayat Al-Kitab, membandingkannya dengan ayat Quran, memakai nalar mereka, untuk membuat kesimpulan: Ajaran Kristen itu salah. Sama halnya, banyak juga orang Kristen melakukan yang sama untuk menunjukkan bahwa Islam itu salah.

Siapakah yang benar antara keduanya? Tidak ada. Di situlah kesalahan Sapariyah. Ia mengira saya akan meladeni utak-atik kitab cara dia, lalu saya sadar bahwa agama saya selama ini salah. Itu juga yang biasa diharapkan oleh orang-orang Islam yang melakukan utak-atik.

Saya tidak peduli dengan itu semua. Kalau seseorang jujur, maka dia akan tahu bahwa dalam agama itu ada lompatan iman. Anda tidak akan bisa memberi penjelasan ke apa Maria bisa hamil tanpa laki-laki. Satu-satunya penjelasan adalah: Pokoknya gitu, itu kehendak Tuhan. Tidak hanya soal itu. Ada begitu banyak dalil “pokoknya” dalam agama, sehingga mustahil soal iman itu didialogkan. Mustahil didapat titik temu. Pada akhirnya, kalau Anda waras, Anda akan sampai di titik sepakat untuk tidak sepakat. Atau, Anda akan berhenti di titik saling memaki.

Bagaimana dengan saya? Mendakwahi saya pakai kitab suci itu percuma. Saya tidak percaya pada banyak hal dalam kitab suci mana pun. Saya anggap itu cerita saja. Jadi kalau ada yang bilang cerita itu salah, tafsirnya salah, saya senyum aja. Kalau Anda bilang kitab suci agama X itu salah, sama juga penganut agama X juga bilang kitab sucimu salah. Kalian semua, orang beriman, memang konyol.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.