Jalan Tol & Pembodohan

“Jalan tol hanya untuk orang kaya.” Itu penyataan politikus, lawan politik Jokowi, kemudian diikuti oleh sejumlah orang terdidik, yang ikut berpolitik. Berpolitik dengan cara tidak cerdas, membuat rekam jejak pendidikannya sirna ditimbun kebodohan.

Jalan tol hanya dinikmati orang kaya, kata mereka. Maksudnya, jalan tol hanya bisa dinikmati oleh orang bermobil. Padahal kita semua tahu bahwa bis-bis dengan penumpang dari berbagai kalangan juga lewat jalan tol.

Yang tidak langsung lebih banyak lagi, yaitu truk. Truk mengangkut berbagai barang kebutuhan untuk orang banyak. Tentu tidakada truk yang secara khusus hanya mengangkut barang untuk orang kaya saja.

Coba perhatikan jalan tol Jakarta-Cikampek itu. Ada setidaknya 60% penggunanya yang bukan kendaraan pribadi, tapi truk dan bis. Truk-truk ini mengangkut berbagai barang industri yang diolah di berbagai pabrik di Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Ketiga wilayah pusat industri moderen ini dihubungkan dengan jalan tol.

Tidak perlu kecerdasan luar biasa untuk paham bahwa kegiatan ekonomi berupa industri manufaktur itu hanya untuk orang kaya. Di situ bekerja jutaan pekerja, yang menjadi terpenuhi kebutuhan hidupnya karena industri itu. Juga diproduksi berbagai barang kebutuhan untuk semua lapisan masyarakat. Di situ juga diproduksi barang-barang ekspor yang mendatangkan devisa. Hal-hal seperti seharusnya sudah dipahami oleh anak-anak SMP melalui pelajaran IPS.

Sungguh tolol kalau ada orang menganggap jalan tol itu tidak perlu. Coba lihat 2 foto yang saya jepret dari Google Map ini. Keduanya difoto dengan skala yang sama. Ini adalah perbandingan jalan tol antara wilayah semenanjung Malaysia dengan pulau Jawa. Dari foto ini kita bisa tahu bahwa jalan tol di Malaysia jauh lebih panjang.

Saya tinggal di Kuala Lumpur tahun 1996. Seingat saya saat itu seluruh negara bagian di wilayah semenanjung sudah terhubung dengan jalan tol. Itu 22 tahun yang lalu. Artinya, dibanding Malaysia, infrastruktur jalan kita tertinggal lebih dari 25 tahun!

Kenapa masih ada orang mengomeli Jokowi yang bekerja mengejar ketertinggalan? Padahal Jokowi juga tidak melulu membangun jalan tol. Jalan TransPapua itu bukan jalan tol.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.