Kode Etik Menjenguk Orang yg Lagi Sakit

Acara jenguk menjenguk orang sakit sudah jd hal yang lumrah di hidup kita. Aku sendiri sih pantang dijenguk kalo sedang sakit. Gak nyaman aja. Kondisi sakit tuh badan sedang sangat gak enak. Gak mungkin aku nyaman ngobrol. Apalagi dengan rupa jelek krn gak mandi dan gak dandan.

Nah tapi pernah juga dalam hidup aku menjenguk dan dijenguk. Ini rule aku dalam soal jenguk menjenguk.

Cari info dulu yg pasti apakah si pasien bersedia dijenguk.
Ini basic lho. Dewasa ini kian banyak pasien yg keberatan di jenguk. Bahkan mereka sampai menitip pesan pd keluarga utk tidak menerima teman-teman tertentu di RS. Kita harus menghargai ini, karena pasien berhak menjaga kenyamanan dirinya. Jangan kegeeran bikin surprise dgn mendadak muncul karena si pasien bisa sangat gak nyaman. Ya kecuali kalo kita Oprah Winfrey. Si pasien bisa jerit seneng dan sembuh kali kalo dijenguk Oprah.

Jangan menjatuhkan mentalnya.
Pernah suatu kali saya menjenguk teman di RS beserta beberapa kawan. Nah salah satu penjenguk saat masuk ruang rawat sontak menjerit lebay, “Aduuuuuh kamuuuu jadi kuruuuuussss. Astagaaaa abis badan kamuuuu. Omigod peyot bangettttt…!” Katanya dengan wajah disetel prihatin bin drama. Aku kesel banget dan pengen nyepak kakinya. Si pasien dengan sabar tersenyum dan bilang yah namanya juga lagi sakit. Eh si kawan nyeletuk lagi, “Tapi ngeri bangettttt liat kamu kurusnya ya Allllaaaah!” Hadeh pengen aku bekep mulut kawanku ini. Ketauan mending dia nunggu aja di kantin RS.

Ciptakan obrolan sejuk yang menyemangati.
Bawa pasien dalam kegembiraan dan harapan. Jangan ngomongin yang sedih-sedih. Pasien sakit aja udah cukup sedih. Paling pantang curhat masalah kita sama orang yg lagi sakit. Bukan jenguk itu namanya. Ngeracun.

Jangan maksa dia nyeritain penyakitnya.
Gak usah interogasi dia dengan pertanyaan yang membuat dirinya teringat lagi akan cobaan sakitnya. Kecuali kalau dia mau cerita sendiri.

Kalo dia gak mau, jangan maksa foto bareng ya.
Apalagi motret dia yg sedang kepayahan. Gak etis. Belum habis itu kamu sebar itu foto di wa group atau medsos. Jangan ya. Selain kampungan…kamu juga tega.

Jangan memaksakan kehendak kita atas nama sakitnya.
Kalau mau kasih saran harus menghargai juga apa yg ia anggap benar. Misal dia percaya obat A, jangan asal sruduk menyalahkan dan maksa minum obat B. Beberapa tahun lalu aku pernah kena tipus akut dan dirawat di sebuah RS di tengah kota. Lagi asik tidur muncul dua temanku. Kepaksa bangun. Temanku itu lagi hot-hotnya menjual multivitamin yg dikatakannya ajaib. “Udah buang semuaaa obat dokter. Kamu gak bakal sembuh. Nih minum ini pasti kamu pulih cepet. Buktinya udah banyaaak!” Katanya berisik bagaikan tukang obat. Aku nolak dan bilang bahwa obat dokter udah bekerja baik. Tiba-tiba dia memegang tanganku dan berseru kencang, “Selain obat kamu juga perlu didoakan. Ya Tuhan Allah Bapaaaa…usirlah roh jahat…setan-setan di sekujur tubuh Alberthiene. Sembuhkan ia dari sakitnya ya Allaaaah.. SEMBUHKAAAAN.” Hadeh, yang ada abis dia pulang aku malah demam.

catatan Alberthiene Endah

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s