Berdakwah kok malah Melaknat Ibu Kandung Sendiri?

Katanya puncak beragama itu cinta kasih dan rahmat, bukan menghina ataupun melaknat. Apalagi ibu yang mengandung dan melahirkan kamu malah engkau kafirkan, meskipun ibumu beda dgn akidahmu kamu tidak berhak menghakimi ibumu karena kau bukan Tuhan.

Balas budimu selama kau hidup tidak akan cukup utk menebus kebaikan ibumu yg telah mendidik dan membesarkan mu.

Berdakwah itu mengajak bukan melaknat, Berdakwah itu ibarat seperti makelar terminal bus yg selalu tersenyum dan ramah menawarkan calon penumpang agar tertarik dan mau menaiki bus ( agamamu ). Bukan dg kasar menyuruh dan memaksa agar menaiki bus (agama) mu.

Surga terlalu luas kalau hanya utk golongan mu saja. Apakah kamu tidak kesepian kalau surga hanya di huni oleh golonganmu saja?

Kamu mustahil mendapatkan surga, jikalau dalam hatimu penuh dgn bara api kebencian terhadap golongan selain kamu. Jangan salahkan kalau jaman sekarang banyak orang yg mencibir dan muak melihat cara dakwahmu.

catatan Ngabehi Sobo Kalimas

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 347 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.