Kenali Ciri-Ciri Umat Bani Mercon

Masyarakat Indonesia harus mengawal dengan baik dan ketat berjalannya Pilkada serentak 2018. Jangan sampai politisasi dan eksploitasi isu-isu SARA yang memuakkan seperti yang terjadi di Pilkada Jakarta 2017 terulang di daerah-daerah lain. Jangan sampai kaum Bani Mercon yang gemar jualan SARA seperti di Plkada Jakarta 2017 itu berulah di kawasan lain. Jangan sampai paslon yang didukung oleh Bani Mercon memenangkan kontes Pilkada di tempat lain.

Jika Anda masih bingung dengan ciri-ciri umat Bani Mercon alias Mamat-Mimin alias “the kampreters” alias “the living mummy”, dlsb, kenali ciri-ciri mereka berikut ini:

Mereka gemar menuduh orang lain provokator, padahal mereka itulah sebenarnya si provokator itu;

Mereka gemar memunafik-nafikan orang lain padahal mereka sendiri sebetulnya kaum munafik sejati itu;

Mereka gemar menuduh orang lain menghina Islam, padahal mereka sendiri sebetulnya yang telah membuat Islam menjadi hina sehina-hinanya lantaran perilaku bahlul mereka;

Mereka gemar demo atas nama Islam dan ulama, padahal sejatinya demo mereka itu atas nama perut mereka beserta kelompok dan cukong-cukongnya;

Mereka gemar menuduh orang lain menghina ulama, padahal mereka tiap hari menghina ulama;

Mereka gemar menuduh orang lain kapir, padahal mereka sendiri juga kapir-njepir;

Mereka gemar menuduh orang lain sebagai Dajjal, padahal Dajjal yang sesungguhnya yang mereka ini;

Mereka gemar kampanye “membela” Tuhan, padahal sejatinya mereka telah “menipu” Tuhan;

Mereka gemar ngomong tentang “sunah rasul” tapi cuma sebatas urusan perjenggotan dan perkentuan doang;

Mereka gemar mengutuk produk-produk kebudayan Amerika tetapi doyan banget dengan produk-produknya;

Mereka gemar mengkopar-kapirkan negara-negara Barat tapi hobi banget liburan dan ngelencer di negara-negara Barat;

Mereka pura-pura anti-China, padahal cinta mati dengan produk-produk China yang murah-meriah;

Mereka cinta mati sama onta sampai kencing-kencingnya juga dicintai;

Mereka gemar mengkapling surga (mungkin dikira “Perumnas”) karena kebelet ingin bercumbu dengan bidadari. Jadi bukan “surga” sebetulnya yang mereka kejar tapi “syurga” (habis syur, lega deh).

catatan Sumanto Al Qurtuby

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 349 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.