Minum Kencing Unta: Kebijakan Lama yg Tidak Perlu ditiru!

Menurut riwayat, pernah datang orang-orang dari suku Ukl dan Uranah menemui Nabi di Madinah. Ada yang sakit di antara mereka. Kemudian Nabi menyuruh mereka minum kencing dan susu unta. Lalu mereka sembuh. Berdasarkan hadis ini ada yang menyimpulkan bahwa kencing unta adalah obat, sesuai petunjuk Nabi.

Para ulama sendiri berbeda pendapat soal kotoran hewan ini. Mazhab Hambali dan Maliki mendangnya bukan sebagai najis. Sedangkan mazhab Syafi’i dan Hanafi menganggapnya najis. Pendapat bahwa kotoran hewan itu najis juga berdasarkan hadis.

Apakah mungkin kencing unta itu mengandung khasiat tertentu? Mungkin saja, tapi belum ada risetnya. Dalam dunia kedokteran modern, obat harus melalui riset klinis untuk membuktikan khasiatnya. Lalu, obat juga didefinisikan untuk mengobati penyakit tertentu, bukan segala penyakit.

Misalnya zaman dulu orang biasa memakai kunyit atau kencur sebagai obat. Dari riset diketahui bahwa kunyit mengandung zat aktif yang disebut curcuma. Zat ini bisa berfungsi sebagai analgesic atau penghilang rasa sakit. Jadi mungkin saja orang sakit kepala sembuh kalau minum air kunyit. Tapi kunyit tentu tidak bisa dipakai untuk menyembuhkan asma.

Apa khasiat kencing unta? Apa kandungan bahan aktifnya? Kita tidak tahu. Sampai ada riset yang memastikannya, kita hanya bisa melihatnya sebagai kencing unta, yang oleh dua ulama besar dianggap sebagai najis.

Lalu kenapa Nabi menyuruh orang-orang tadi minum kencing unta? Itu yang disebut kebijakan lama, atau old wisdom. Itu kebiasaan orang pada zaman itu. Tegasnya, itu kebiasaan orang yang hidup di zaman ketika riset biokimia belum dikenal.

Tidakkah pendapat ini terlalu memuja akal? Akal kok dipuja. Kan sudah jelas, ada 2 ulama besar yang menyatakan kencing hewan itu najis. Ditambah lagi, akal dan pengetahuan kita tentang air kencing. Isinya adalah zat-zat yang ditolak tubuh, alias buangan. Belum lagi rawannya ia ditumbuhi bakteri, termasuk yang beracun. Jadi secara fiqh maupun akal, sudah lebih dari cukup untuk menolak kebiasaan minum air kencing itu.

Masih mau minum juga? Silakan.

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 349 pengikut lainnya

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.