Tentang Dilarang Meniru Orang Kafir

“Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia bagian darinya.” Itu hadis, tidak usah diperdebatkan lagi. Tapi kaum yang dimaksud itu apa? Maksudnya soal akidah, dan perilaku terkait syariat. Bukan yang lain.

Anda makan kwetiaw. Boleh nggak? Boleh, dong. Kwetiaw itu makanan Cina. Cina itu adalah kategori suku-bangsa, bukan iman. Jadi, meniru Cina, tidak ada salahnya. Ini berlaku untuk semua jenis makanan, selama tidak mengandung benda-benda yang diharamkan menurut syariat Islam.

Anda pakai kimono. Kimono itu baju Jepang. Jepang itu lagi-lagi kategori suku bangsa, bukan iman. Maka, tidak salah kalau Anda meniru mereka. Tidak ada larangan. Sama halnya dengan pakaian jenis lain, seperti jas.

Tapi kalau Anda melakukan misa, atau sembahyang seperti orang Hindu, itu dilarang.

Bagaimana dengan perayaan hari besar umat lain? Perayaan hari besar itu selalu punya 2 sisi: ritual dan sosial. Di hari raya Idul Fitri kita salat. Itu ritual. Lalu kita makan ketupat. Itu sosial. Halal bi halal juga sosial, bukan ritual. Tidak ada ajaran Islam yang mensyariatkan halal bi halal.

Nah, Natal pun begitu. Misa Natal, itu ritual, setara dengan salat Ied. Makanya jangan ikut misa. Sama halnya, jangan ajak orang yang bukan muslim untuk salat Ied. Tapi kalau berjunjung ke rumah tetangga atau teman yang merayakan Natal, itu boleh saja. Ikut perayaan Natal di kantor, boleh saja. Mengucapkan selamat Natal, boleh saja.

Kalau tahun baru, bagaimana? Tahun baru itu perhitungan kalender. Kalau mau dihukumi haram merayakan tahun baru Masehi, maka memakai tahun masehi sebagai kalender itu juga harus diharamkan. Lucu aja kalendernya dipakai, tapi tahun barunya tidak boleh dirayakan 😀

Kalau mau ditilik asal usulnya, Kalender Gregorian itu memang terkait dengan gereja. Tapi tidak otomatis semua yang tadinya terkait dengan gereja lantas jadi haram. Hari Minggu itu berasal dari bahasa Portugis, Domingo, yang artinya “Hari Tuhan kita”. Orang Kristen libur hari Minggu, supaya bisa menyembah Tuhan, pergi ke gereja.

Tapi itu kan asal usulnya saja. Kita sekarang istirahat di hari Minggu, tidak serta merta mengikuti ajaran Kristen.

Gitu aja, ya. Hidup itu dibuat mudah aja. Jangan dipersulit. Kalau mau dipersulit sih silakan aja, tapi konsisten. Dan yang penting, terapkan buat diri elu sendiri aja. Jangan sibuk mencela dan ngerecokin orang lain, sementara elu juga tidak konsisten.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 225 pengikut lainnya

Iklan

1 Comment

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s