Sok Tahu, Sombong dan akhirnya Kufur!

Saya nyaris tidak pernah merayakan tahun baru. Bagi saya setiap hari itu sama saja. Pagi matahari terbit, malam matahari terbenam. Tidak ada hal yang perlu dirayakan. Yang penting bersyukur, badan sehat, masih bisa kerja.

Tapi saya juga tidak repot meributkan orang-orang yang merayakannya. Wong badan yang dpakai untuk merayakan adalah badan dia. Duitnya juga duit dia. Kenapa kita yang ribut?

Oooh, katanya itu merusak akidah. Kalau merayakan tahun baru masehi itu merusak akidah, tapi kamu sendiri sepanjang tahun kalendernya pakai tahun masehi… bagaimana coba?

Gini, Tong. Iman itu soal pikiran manusia. Ia yang tahu apa yang ia imani, kepada apa ia beriman. Manusia lain tidak tahu. Manusia yang kau lihat tunggak tunggik salat 5 waktu, atau tiap bulan pergi umrah, belum tentu beriman. Apalagi sekadar meniup terompet, tidak otomatis berhubungan dengan iman.

Ringkasnya, elu nggak bisa menjadi hakim atas iman seseorang. Tidak bisa elu tuduh ini rusak akidah, itu rusak iman. Karena elu tidak tahu. Elu cuma sok tahu doang. Sok tahu, lalu sombong. Kesombonganmu itu bisa jadi lebih kufur dari perbuatan meniup terompet tahun baru.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s