Tentang Kesurupan

Sudah beberapa kali saya ditantang orang untuk menjelaskan soal kesurupan secara ilmiah. Konteksnya, mereka menganggap kesurupan adalah salah satu gejala yang terhubung dengan alam gaib. Dengan kata lain, bagi mereka kesurupan adalah bukti adanya alam gaib. Asumsi mereka, kalau saya tidak bisa menjelaskan secara ilmiah, maka saya harus ikut cara berpikir mereka, mempercayai adanya alam gaib.

Pertama, kita harus jelaskan dulu apa gejala kesurupan. Ia adalah gejala emosi tak terkendali. Penderitanya bertindak dan berkata-kata tak terkendali. Ia meracau, mengucapkan kata-kata yang tak biasa. Sering pula mengamuk, dengan tenaga luar biasa.

Dalam anggapan banyak orang, kesurupan terjadi karena penderitanya kerasukan makhluk halus. Jiwa orang tersebut dikendalkan, atau bahkan digantikan oleh makhluk itu. Maka ketika ia berkata-kata atau bertindak, itu adalah kata-kata atau tindakan makhluk tadi.

Dalam dunia medis dan psikologi, keadaan ini disebut hysteria. Namun istilah ini sendiri sudah tidak sering digunakan, karena terlalu umum. Sebagai gantinya dipakai istilah yang lebih spesifik mengacu pada jenis penyakit, seperti somatization disorder dan conversion disorder.

Apa yang terjadi? Orang yang kesurupan adalah orang yang kehilangan kontrol atas kesadarannya. Yang ia lakukan atau katakan, tidak lagi berdasar atas kesadaran, dan karena itu jadi tidak wajar.

Derajat dan penyebabnya sangat bervariasi. Dalam kasus tertentu penderitanya juga mengalami halusinasi, sehingga ia seolah melihat sesuatu, yang tak dilihat oleh orang lain.

Apa penyebabnya? Macam-macam. Salah satu sebab paling ringan adalah lapar. Serius? Ya. Waktu masih bekerja di pabrik di Karawang, saya beberapa kali menangani kasus kesurupan. Salah satu korbannya, penderita penyakit lambung. Ia berangkat kerja tanpa sarapan. Perut sakit, pusing, dan ia harus bekerja. Kemudian kesadarannya terganggu, dan ia mengalami halusinas.

Sebab lain yang lebih umum adalah depresi. Depresi ringan menyebabkan kesurupan ringan, depresi berat tentu saja akan menimbulkan kesurupan berat.

Kesurupan ringan bisa terjadi akibat terpicunya hormon-hormon tertentu dalam jumlah berlebihan, sehingga mengganggu fungsi normal otak. Hal ini biasanya bersifat sementara. Pada keadaan yang lebih parah, yang terganggu adalah jaringan saraf atau sel otak. Jenis ini lebih permanen dan sulit disembuhkan.

Tapi kenapa orang kesurupan bisa bicara hal-hal yang tidak umum, seperti pakai bahasa asing, atau mengucap sesuatu yang seharusnya dia tidak tahu? Sebenarnya yang dia ucapkan itu acak saja. Asal bunyi. Orang-orang yang menyaksikanlah yang memberi interpretasi. Utamanya, interpretasi diberikan oleh dukun yang menangani. Klop, interpretasinya sesuai skenario dia.

Bagaimana dengan tenaga yang luar biasa? Dalam keadaan tidak sadar tenaga manusia memang bisa luar biasa. Dalam keadaan panik, orang bisa mengangkat sesuatu yang sangat berat, yang tidak mungkin bisa dilakukan dalam keadaan normal. Tidak ada hubungannya dengan makhluk halus.

Kenapa bisa menular? Sebenarnya bukan menular. Orang yang berada dalam keadaan atau lingkungan yang sama, akan berada dalam situasi psilogis yang sama. Begitu ada yang masuk ke kondisi tak terkendali, maka itu akan memicu orang lain untuk masuk pada kondisi serupa.

Hal lain, tak jarang kesurupan adalah gejala palsu, atau pura-pura. Pelakunya sedang bersaha menarik perhatian, atau mengalihkan perhatian orang.

catatan kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s