Berterimakasihlah Pada Orang Kapir!

Sejak bangun tidur dan tidur lagi, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, 365 hari dalam setahun, umat manusia bergantung pada tehnologi yang mayoritas diciptakan oleh “orang kafir”. Bahkan umat Wahabi Takfiri yang sangat benci pada orang kafirpun tidak bisa lepas dari tehnologi yang diciptakan oleh kaum kafir.

Saat kita mandi, menggosok gigi, memakai parfum dan minyak rambutpun semuwanya buwatan orang kapir. Kita berangkat kerja pake mobil, motor atau bahkan pesawat terbang juga buwatan orang kapir. Di kantor kita gunakan komputer, telpon, fax, fotocopy, wifi, internet semuwanya juga buwatan orang kapir.

Pekerjaan rumah semua juga didukung tehnologi kapir seperti mesin cuci, kulkas, vacuum cleaner, AC semuwanya adalah made in kapirun. Kita istirahat nonton TV, dengerin radio, music, home theatre semuwa juga pake merk kapiruna. Bahkan saat tidurpun mungkin mimpi kita juga masih tidak terlepas dari memori yang dipengaruhi oleh produk-produk yang ada stempel kapirnya. Sungguh apa jadinya dunia ini tanpa buwatan orang kapir seperti listrik, vaksin, satelit de el el.

Itulah sebabnya kita jangan terlalu membenci terhadap orang kapir. Agar tidak dibilang sebagai orang yang tak tahu diri dan tak tahu terima kasih maka sebaiknya kita bersyukur karena orang-orang kapir telah menciptakan dan menyediakan berbagai peralatan dan tehnologi tersebut bagi kemajuan dan kebaikan duniya, kita enak tinggal pake saja tanpa perlu susah-susah berpikir dan berinovasi untuk menciptakannya. Jangan sedikit-sedikit teriak anti kapir tapi semua produknya dipake juga. Itu munafik bin idiot namanya.

Tapi mengatakan bahwa semua tehnologi adalah jasa orang kapir juga kebangetan. Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam memiliki jasa besar bagi kebangkitan ilmu pengetahuan modern. Awalnya ilmu pengetahuan kita berasal dari Yunani yang sejak abad 7 SM mereka sudah memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya dan tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.

Berbeda dengan kebanyakan manusia di jaman itu, bangsa Yunani sudah mulai berani mempergunakan akal dan mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat. Tokoh besarnya salah satunya adalah Aristoteles (384-322 S.M.) yang juga dijuluki sebagai “Dewa Ilmu Pengetahuan” atau nenek moyang ilmu pengetahuan klasik yang juga adalah murid Plato dan cucu muridnya Socrates.

Jatuhnya kekaisaran Romawi Barat tahun 476 M membuat Eropa memasuki kemerosotan dan Jaman Kegelapan. Tirani agama mulai menguasai segala sendi kehidupan, membelenggu dan melarang masyarakat untuk berpikir bebas karena kecerdasan akan membuat para pemuka agama kehilangan pengaruh dan kendali untuk menguasai dan mengambil keuntungan dari masyarakat.

Bahkan Giordano Bruno dibakar hidup-hidup hanya karena mengatakan bumi mengelilingi matahari dan dianggap bertentangan dengan teori Gereja. Galileopun dihukum penjara tahanan rumah seumur hidup karena mengatakan hal yang sama.

Berbeda dengan keadaan di Eropa yang mengalami abad kegelapan, di dunia Islam pada masa yang sama justru mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peradaban dunia Islam, terutama pada jaman Bani Umayah telah menemukan suatu cara pengamatan astronomi pada abad ke-7 M, delapan abad sebelum Galileo Galilei dan Copernicus melakukannya.

Pada zaman keemasan kebudayaan Islam juga dilakukan penerjemahan berbagai karya Yunani, dan bahkan khalifah Al-Makmun mendirikan Bayt al Hikmah atau Rumah Kebijaksanaan (House of Wisdom) pada abad ke-9 M. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada dunia Islam tersebut dimungkinkan oleh adanya pengamatan yang terus-menerus dan pencatatan yang teratur serta adanya dorongan dan bantuan dari pihak para raja yang memerintah.

Namun peradaban Islam yang maju itupun lama kelamaan merosot dan mengalami kemunduran. Pasukan Perang Salib kembali ke Eropa dengan membawa kitab-kitab berbahasa Arab yang adalah terjemahan dari kitab-kitab Yunani yang telah hilang dari Eropa karena ingin dimusnahkan oleh penguasa yang berkolaborasi dengan tirani agama. Akhirnya pengetahuan Yunani yang telah dikembangkan oleh peradaban Islam kembali dipelajari di Eropa dan melahirkan Jaman Pencerahan / Renaissance (14 M -17 M).

Jaman Renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance ialah jaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas.

Akhirnya dunia ilmu pengetahuanpun memasuki Jaman Modern (17 M -19 IV). Jaman ini ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah yang sesungguhnya sudah dirintis sejak Jaman Renaissance. Dari pengetahuan yang berkembang di masa inilah semua tehnologi kita yang sekarang ini berasal mulai dari listrik, mesin bermotor, komputer, gelombang radio, vaksin, serum dan sebagainya. Sekarang kita sudah memasuki Jaman Kontemporer (Abad ke-20 dan seterusnya) dimana kita sudah sampai pada tehnologi digital dan penjelajahan ruang angkasa.

Jadi jika kita mau belajar dari sejarah dan memiliki wawasan yang cukup maka kita tidak mungkin akan menjadi orang yang intoleran, radikal dan benci pada orang kafir karena sesungguhnya peradaban dunia kita saat ini berhutang budi atas berbagai jasa, ilmu pengetahuan dan tehnologi yang telah mereka ciptakan. Kaum pembenci kafir menurut saya adalah orang yang hidup dalam ilusi dan delusi serta tidak sanggup hidup berpijak pada fakta dan realitas. Apa Anda masih mau ditipu oleh para oknum guru yang tak berpengetahuan dan ikut-ikutan teriak anti kafir?

Salam Waras

catatan Muhammaad Zazuli

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s