NKRI Bersyariah: yang sudah dan yg belum

NKRI Bersyariah

Orang bicara soal NKRI seolah negara ini anti syariah. Meski bukan negara Islam, negara ini sangat ramah terhadap umat Islam. Ada banyak sendi-sendi negara sampai pada level UU yang mengakomodasi kepentingan umat Islam. Berikut beberapa di antaranya:

  1. UU No 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama berikut perubahannya. UU ini memberi kesempatan kepada umat Islam untuk melaksanakan peradilan dengan hukum Islam, dalam perkara tertentu. Perkara tertentu itu meliputi, a) perkawinan;b) waris; c) wasiat; d) hibah, e) zakat, f) zakat, g) infaq, h) sedekah, dan i) ekonomi syariah. UU ini menegaskan bahwa sistem hukum dan peradilan Islam adalah bagian dari sistem hukum nasional.
  2. Kementerian Agama. Kementerian dengan anggaran sangat besar ini hampir seluruh kegiatannya melayani kebutuhan umat Islam. Anggaran disediakan untuk mendukung berbagai kegiatan dakwah Islam, baik untuk keperluan fisik maupun non fisik.
  3. Kita punya sistem pendidikan kembar, yaitu sekolah umum di bawah Kemendikbud dan sekolah agama di bawah Kemenang. Sebagian besar sekolah ini adalah sekolah Islam. Sekolah agama ada di semua level, sejak SD sampai perguruan tinggi. Karena sistem kembar ini ada banyak kerepotan dari sisi anggaran. Padahal sekolah-sekolah agama itu cenderung bergeser menjadi sekolah-sekolah umum, untuk memastikan siswa-siswa mereka dapat bersaing dengan siswa dari sekolah umum di lapangan kerja. Karena alasan ini pula banyak IAIN yang berubah menjadi UIN.
  4. Pelaksanaan haji sepenuhnya dikelola oleh pemerintah. Anggaran dan SDM disediakan pemerintah untuk melayani umat Islam. Layanannya termasuk yang terbaik di antara berbagai negara lain.
  5. Bank dan ekonomi syariah. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas dan dana untuk terlesenggaranya kegiatan perbankan dan ekonomi syariah.

Nah, apa yang belum?

  1. Penerapan hukum pidana Islam. Banyak orang merasa berdosa kalau hukum pidana Islam tidak diterapkan. Negara dianggap tidak islami kalau tidak menerapkannya. Maka tidak sedikit umat Islam yang komitmennya terhadap NKRI setengah hati, atau bahkan tidak berkomitmen sama sekali.Sebagai catatan, tidak semua negara yang secara resmi berkonstitusi Islam menerapkan hukum pidana Islam. Malaysia dan Pakistan misalnya, tidak menerapkannya secara utuh. Di sana tidak berlaku hukum potong tangan terhadap pencuri.
  2. Pemberian hak-hak istimewa kepada umat Islam. Misalnya, penegasan bahwa presiden dan kepala daerah harus muslim. Juga pembatasan kepada aktivitas ibadah dan dakwah umat lain.
  3. Penciptaan suasana islami seperti anti pelacuran dan miras secara lebih tegas.

Kenapa 3 hal ini tidak dilaksanakan?

Nomor 1 menyangkut kepentingan umat lain. Kalau diterapkan, bagaimana memilah penerapannya? Itu hanya akan menimbulkan kekacauan. Umat lain jelas tidak mau dikenai hukum yang bukan hukum mereka. Memaksakan hukum Islam atas umat yang bukan pemeluknya bukanlah sesuatu yang adil.

Nomor 2 jelas bertentangan dengan prinsip keadilan, juga bertentangan dengan hak asasi manusia.

Nomor 3, negara sebenarnya menetapkan peraturan yang jelas. Pelacuran tidak dibenarkan di negara ini. Miras juga sangat dibatasi. Tapi kenapa kesannya tidak islami? Masalah terbesarnya adalah tidak tegaknya hukum. Pelacuran misalnya, kebanyakan terjadi secara illegal. Kok bisa? Karena aparat di berbagai lini korup.

Jadi, apa masalah umat Islam sebenarnya? Korupsi. Kalau aparat lebih bersih, kehidupan islami yang diinginkan umat Islam akan lebih terlihat. Apakah penerapan syariat akan memperbaikinya? Tidak.

Aceh itu menerapkan syariat juga. Apakah pelacuran tidak ada di Aceh? Hehehehe. Apakah tidak ada miras? Hehehehehe. Resminya aja tidak ada. Narkoba? Hehehehehe.

Sayangnya politik yang dikembangkan umat Islam bukan politik yang pro kepada pemerintahan yang bersih. Banyak kekuatan politik yang mendukung orang-orang korup. Politikus dari partai-partai Islam banyak yang masuk penjara karena korupsi.

Jadi, ingin NKRI bersyariah? Sudah dari dulu sih. Ingin Indonesia lebih baik? Yuk, berantas korupsi. Jangan dukung politikus korup.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s