Manusia Membunuh Manusia (PKI, DI/TII, dll)

“PKI itu keji. Mereka banyak membunuh umat Islam, termasuk ulama dan santri.” Itu frasa yang sering diulang, dan diingat oleh banyak orang. Benarkah? Benar. Ada ribuan orang terbunuh dalam peristiwa yang melibatkan PKI, baik tahun 1948 maupun 1965.

Tapi ingat, PKI tidak sendiri. Semua keributan dan pemberontakan sepanjang sejarah menimbulkan korban jiwa, dalam jumlah dan keadaan yang mengerikan. Boleh dibilang jumlah korban maupun kekejian tidak tergantung pada kelompok atau ideologi pelakunya.

Banyak orang yang suka membuat citra bahwa PKI itu memusuhi umat Islam. Tapi apakah hanya PKI yang menyerang umat Islam? Tidak. DI/TII yang ideologinya Islam, juga melakukan penyerangan terhadap mesjid dan pondok pesantren. Salah satu yang terekam dalam sejarah adalah penyerangan terhadap mesjid dan pondok di Cipari, Garut.

Lebih penting lagi, perlukah secara khusus memberi garis bawah pada umat Islam sebagai korban? Apakah kalau kita muslim, maka kematian umat Islam lebih kita tangisi daripada umat lain? Islam memberi harga yang sama pada jiwa manusia. Satu jiwa manusia dihargai setara dengan alam semesta. Jadi, siapapun yang mati, patut kita tangisi.

Kerusuhan, pemberontakan, selalu memakan korban jiwa. Sekali lagi, tidak terlalu penting ideologi dan pelakunya. PKI membunuh orang-orang yang mereka anggap musuh. Kebetulan banyak musuh mereka ketika itu adalah umat Islam.

DI/TII juga banyak membunuh. Mereka membunuh siapa saja yang jadi lawan mereka. Mereka tak peduli lawan itu datang dari umat mana. Kalau musuh, ya dibunuh. Tidak peduli latar belakang suku, agama atau apapun. Ini politik. Dalam politik, yang jadi panglima adalah kepentingan. Yang bertentangan dengan kepentingan mereka, otomatis musuh mereka.

Dari dua sudut pandang itu jelas bahwa siapa yang jadi korban, tak penting lagi. Yang penting adalah korban jatuh. Korban itu manusia.

Satu hal lagi, korban tidak hanya di satu pihak. Apakah hanya PKI yangmembunuh? Tidak. Orang-orang PKI juga dibantai. Oh, itu pembalasan, karena mereka yang memulai. Jadi, kalau mereka yang memulai, maka mereka boleh dibantai? Peradaban macam apa yang mau kita bangun?

Jangan lupakan, dalam aksi pembalasan terhadap PKI ada begitu banyak orang yang tidak terkait sama sekali, jadi korban fitnah. Sebuah tudingan “kamu PKI” cukup untuk membuat orang mati tanpa sempat membela diri.

Ada hal yang bagi saya lebih keji dari PKI atau DI/TII, yaitu kebiasaan membunuh. Kebiasaan melakukan persekusi langsung, terhadap orang-orang yang berseberangan atau berbeda pandangan dengan kita. Kebiasaan meninggalkan semua tata cara beradab untuk berinteraksi dan menyelesaikan masalah.

People kill people. Manusia membunuh manusia lain. Ketika itu dibenarkan, akibatnya akan mengerikan. Mentalitas itu yang perlu lebih diwaspadai.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s