Ananda Sukarlan yg WO, Traveloka yg diboikot…

Ananda Sukarlan yang meninggalkan Anies saat pidato, Traveloka yang mau diboikot. Apa hubungannya? Tidak ada. Mereka mau mengusik Ananda, tidak bisa. Kenal saja mungkin tidak. Mereka tidak tahu musiknya apa. Bahkan mereka tidak tahu bahwa Ananda itu muslim!

Tapi pembalasan harus dilaksanakan. Harus ada seseorang yang mendapat hukuman. Siapa? Sesuatu atau seseorang yang kalau diviralkan secara negatif, dia akan rugi. Contoh suksesnya adalah Ernest Prakosa, yang diputus kontraknya oleh perusahaan produk yang menyewanya sebagai bintang iklan.

Traveloka dipilih secara serampangan, karena ada kabar pendirinya menyalami Ananda Sukarlan saat turun panggung. Padahal dia tidak hadir di acara itu. Seandainya benar pun, apa hubungannya? Masak sih seseorang eh sesuatu harus dihukum karena seseorang menyalami seseorang.

Begini. Jangan coba pahami logika di balik ini. Jangan tanyakan konsistensinya, misalnya. Kenapa kok tidak boikot Facebook yang jelas-jelas pendirinya punya gagasan berbeda dengan orang-orang ini, yaitu mendukung LGBT. Anda tidak akan menemukan penjelasan logis. Berharap ada penjelasan logis dari mereka sama seperti berharap ada penjelasan ilmiah tentang struktur tanduk unicorn.

Ini adalah sekumpulan orang-orang (crowd) yang tidak punya hal lain selain kumpulan itu. Mereka hanya berdaya kalau ramai. Mirip dengan preman pasar yang suka main keroyokan. Kekuatannya adalah melakukan sesuatu ramai-ramai. Orang atau lembaga yang tergantung pada keramaian akan rentan pada aksi mereka.

Karena itu mereka senang dengan satu mantera, VIRALKAN!

Usaha begini mudah ditangkal. Syaratnya sederhana:

  1. Anda punya produk yang baik, layanan baik, dibutuhkan oleh banyak orang.
  2. Anda harus punya kemampuan mengelola isu di media sosial.

Ada banyak usaha menjungkirkan suatu produk, tapi gagal. Misalnya Teh Botol. Sebab kegagalannya, produk ini memang bagus, dan mereka menyiapkan langkah PR yang baik. Traveloka? Aman.

catatan Kang Hasan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s