Apakah Kafir Takut pada Khilafah??

khilafah

Para penganjur khilafah sering mengulang-ulang frasa ini. “Orang-orang kafir sangat takut kalau umat Islam bersatu di bawah payung khilafah. Karena itu, mereka berusaha keras agar khilafah tidak tegak kembali.”

Siapa kafir yang dimaksud? Amerika dan Barat? Para ahli sejarah Barat tentu saja tahu soal khilafah. Orang yang belajar sejarah tahu bahwa dulu pernah ada imperium besar, Umayyah, Abbasiyah, kemudian Turki Usmani. Ada hal-hal mengangumkan pada imperium-imperium itu.

Tapi di satu sisi, imperium-imperium itu hanyalah satu bagian dari panggung sejarah. Ada banyak imperium lain yang pernah hadir. Yunani, Romawi, Persia, Cina. Negara-negara Eropa sendiri pernah punya wilayah koloni, tersebar di benua Asia, Eropa, dan Amerika. Dalam rentang catatan sejarah, imperium-imperium tadi hanyalah satu dua aktor belaka. Banyak pemain lain yang juga hebat-hebat.

Mengatakan bahwa orang takut pada kebangkitan khilafah sama saja dengan berkhayal bahwa orang takut suatu saat imperium Romawi akan bangkit lagi, dan menguasai dunia. Perlu putaw cukup banyak untuk bisa berkhayal seperti itu.

Apakah khilafah itu menakutkan sepanjang sejarah? Ada iya dan ada tidak. Saat mereka sedang berjaya, tentu menakutkan. Di saat lain, mereka tak lebih dari ayam sayur. Ketika bangsa Mongol menyerbu Baghdad dan meruntuhkan Abbasiyah, tentu mereka tidak takut. Kalau takut tak mungkin mereka bisa menghancurkannya.

Di awal abad XX Turki Usmani sakit-sakitan. Ia diberi gelar The Sickman of Europe. Wilayah kekuasaannya mulai protolan, digerogoti oleh pemberontakan. Pada Perang Dunia I Turki bermakmum pada Jerman.

Jadi, ada banyak momen dalam sejarah di mana khilafah itu biasa-biasa saja. Secara keseluruhan, seperti saya tulis di depan tadi, sejarah khilafah hanyalah satu fragmen dalam sejarah dunia.

Gagasan tentang khilafah yang menakutkan itu hanyalah gagasan orang pinggiran yang memcoba meyakinkan diri bahwa ia besar. Ia meminjam fosil dari masa lalu, dipajang di belakang punggungnya untuk menciptakan bayangan. Mereka mengira orang lain takut dengan bayangan itu.

Tapi, adakah yang perlu ditakutkan dari gagasan khilafah itu? Ada. Salah satunya adalah watak ekspansifnya. Sebenarnya watak ekspansif adalah watak semua imperium yang pernah ada. Ya iyalah, kalau tidak ekspansif, bagaimana mungkin mereka jadi imperium.

Dalam benak para penggagasnya, kekhilafahan akan terus berperang seperti yang dilakukan pada masa lalu. Mereka akan menaklukkan wilayah-wilayah sekitar. Menjadikan setiap jengkal tanah sebagai wilayahnya. Lihatlah bagaimana mereka membanggakan penaklukan Andalusia, atau ketika Al-Fatih menjatuhkan Konstantinopel.

Mereka akan menyerbu negara-negara di mana muslim menjadi minoritas, untuk mengambil alih pemerintahnya.

Tuh, kan takut sama khilafah.

Bukan. Yang kita takutkan, orang dengan gagasan seperti ini membuat onar, mengobarkan terorisme.

Ketika Al-Safah menggulingkan Dinasti Umayyah, terjadi pembantaian besar-besaran terhadap keturunan Muawiyah. Bahkan kuburan Muawiyah sampai dibongkar. Lho, kok? Bukankah ini terjadi antar sesama muslim? Ya, terhadap sesama muslim saja mereka begitu, kok. Di masa Umayyahjuga begitu. Yazid pernah mengirim pasukan yang membuat Mekkah dan Madinah porak poranda.

Anda mau melihat fakta nyatanya di zaman modern? Lihatlah perilaku ISIS. ISIS itu adalah wajah nyata kebiadaban masa lalu atas nama agama, yang dihadirkan di abad XXI.

Bagi saya, menghidupkan kembali fosil khilafah itu sama halnya dengan menghidupkan T-Rex dan melepasnya ke tengah kota Jakarta. Dalam beberapa jam mungkin T-Rex itu bisa kita binasakan. Tapi tetap saja kita tidak ingin ada T-Rex berkeliaran di Jakarta.

catatan Kang Hasan

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s