Absurdnya Para Penganut Teori Konspirasi

Ada junior saya dari UGM yang mengajak saya diskusi soal Islam radikal. Dia tanya saya, siapa itu Islam radikal. Saya jawab, orang Islam yang menganggap umat lain sebagai musuh.

Emang ada, tanya dia. Ada, di antaranya para teroris pembom itu.

Lalu dia mengoceh soal keraguan dia soal adanya teroris itu. “Emang Bapak percaya bahwa mereka itu teroris? Wong mereka tidak pernah ditangkap dalam keadaan hidup.” Saya sodorkan bukti-bukti tentang teroris yang ditangkap dan diadili.

Dia melompat pada bahasan lain, soal pendapat Si Manullang dan lain-lain. Saya abaikan saja. Dia mengoceh lagi soal bom Bali. “Masak tersangkanya cuma 3 orang.” Saya sodorkan lagi data, bahwa setidaknya ada 12 tersangka bom Bali. Sebagian di antaranya diadili dan dihukum mati.

Eh, dia protes. “Kata-kata saya jangan dibahas satu-satu dong.”

Lha, gimana sih? Kita harus menguji kesimpulan dengan menguji akurasi data yang dipakai untuk mengambil kesimpulan, kan? Kalau gitu caranya, saya nggak sanggup, kata dia. Ya sudah, jangan diskusi, kata saya.

Begitulah para penganut teori konspirasi. Mereka punya cerita dulu, kemudian mengarang “fakta” pendukungnya. Ada yang memang fakta. Ada fakta yang dimaknai sesuai selera mereka. Ada pula fakta yang mereka karang. Mereka memaksa kita untuk menerima skenario mereka.

Tapi, apakah konspirasi itu tidak ada? Saya tidak tahu. Di dunia intelijen, semua bisa terjadi. Yang tampak di permukaan bisa jadi bertolak belakang dengan fakta sebenarnya. Masalahnya, mereka penganut teori konspirasi itu juga tidak tahu. Mereka hanya sok tahu saja.

catatan Kang Hasan

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s