Kaum Muslim, khususnya kalangan Salafi, bukanlah satu-satunya kelompok agama yang memelihara jenggot. Sejumlah kelompok Yahudi dan Kristen ortodoks juga memelihara dan menjuntaikan jenggot. Bukan hanya kaum agama saja, kaum sekuler juga banyak yang berjenggot panjang. Karl Marx, misalnya, juga jenggot panjang.

Bagi sejumlah kelompok Yahudi, jenggot bukan semata-mata penanda identitas keyahudian saja tetapi memiliki makna yang sangat mendalam bahkan ada yang menganggap sebagai perlambang kesalehan dan relijiusitas seseorang (Yahudi).

Ada sejumlah “tafsir jenggot” dalam tradisi Yahudi. Maimonides atau Rabbi Moses bin Maimon, seorang filsuf dan pendeta Yahudi Sephardik di abad pertengahan yang sangat berpengaruh, misalnya, mengatakan bahwa memanjangkan jenggot bagi Yahudi merupakan sebuah “protes budaya” terhadap kaum penyembah berhala yang gemar mencukur jenggot.

Yang lain (lihat misalnya Louis Jacobs dalam “The Jewish Religion”) menganggap jenggot sebagai pembeda antara laki-laki dan perempuan.

Yang lain lagi, berdasarkan keterangan dari Talmud, menganggap jenggot adalah simbol ketampanan.Jadi orang yang tidak berjenggot itu dianggap tidak tampan (alhamdulilah saya juga berjenggot he he).

Sementara itu bagi kaum Sufi Yahudi (pengikut Kabbalah) dan Yahudi Hasidi memelihara jenggot yang menjuntai adalah perlambang dari “rahmat dan keagungan Tuhan”. Jenggot yang memanjang adalah simbol dari kehidupan itu sendiri. Karena itu bagi kelompok ini “wajib ain” memelihara jenggot dan haram untuk mencukurnya.

Soal cukur-mencukur jenggot ini ada sejumlah pendapat. Rabbi Joseph Caro misalnya berpendapat mencukur jenggot boleh kalau memakai gunting atau pengerok jenggot tetapi tidak boleh kalau memakai pisau cukur.

Ada lagi yang menganggap jenggot memiliki filosofi sebagai pengimbang atau jembatan antara otak dan hati, pemikiran dan aksi, teori dan praktek, niat baik dan niat buruk, dan seterusnya.

Bagiku, jenggot hanyalah kumpulan rambut atau sekelompok bulu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada bedanya bulu-bulu yang membentuk jenggot dengan bulu-bulu yang membentuk jambang, rambut kepala, kumis, rambut ketiak, atau jembut misalnya he he.

catatan Sumanto Al Qurtuby

Iklan