Tahun 2010 pillkada Surakarta, Pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo diusung oleh PDI Perjuangan, dan mendapat dukungan penuh dari PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Damai Sejahtera. Jadi kalaulah Jokowi terindikasi Komunis tidak mungkin bisa lolos dari penilaian PKS , PAN yang sangat hebat dalam melakukan verifikasi terhadap calon yang akan diusung sebagai walikota. Bahkan ketua tim kampanye Jokowi adalah Hidayat Nurwahid salah satu ketua PKS.

Artinya jauh sebelum Jokowi jadi presiden, yang melambungkan Jokowi ke pentas politik ya Partai yang berbasis Islam seperti PKS dan PAN. Kalaulah Jokowi itu terindikasi Komunis sebelum bertarung sudah hancur dia di Solo. Karena ketika itu lawannya didukung oleh Golkar dan PD yang menguasai data inteligent siapa yang terindikasi komunis.

Lantas mengapa sekarang PKS dan PAN terkesan oposisi terhadap Jokowi ? menurut saya ditatara elite PKS tidak ada yang membenci Jokowi. Bahkan pernyataan PKS tahun 2015 ketika menghadap ke istana jelas mengatakan bahwa PKS adalah oposisi loyal terhadap Jokowi. Hanya PKS berbeda idiologi dengan PDIP. Bisa saja rasa kecewa PKS karena Jokowi lebih memilih mendekat kepada PDIP, bukan menjadi kader PKS atau PAN.

Nah pertanyaannya mengapa Jokowi lebih memilih PDIP, bukan PKS atau PAN? Itu juga bukan karena kecondongan idiologi tapi lebih karena praktis aja. Mengapa ? ya hanya PDIP yang engga jelimet ( Engga pake mahar untuk ijab kabul kader ) menetapkan seseorang untuk menjadi kader. Maklum ketika awal ( tahun 2005 ) Jokowi mencalonkan sebagai Walikota, PDIP adalah satu satunya partai opisisi pemerintah. Jadi mendekati PDIP memang lebih mudah di bandingkan mendekati PKS dan PAN yang juga anggota koalisi pemerintah.

Nah sekarang mengapa PKS terkesan meniupkan issue PKI terhadap Jokowi ? saya rasa bukan PKS yang melakukan propaganda negatif ini tapi itu rekayasa dari Gerindra yang memanfaatkan akar rumput PKS.. Kader akar rumput PKS memang die hard menjatuhkan reputasi Jokowi tapi itu diluar kendali DPP PKS.

Mengapa ? PKS itu partai dakwah yang engga punya financial resource seperti Golkar, Nasdem dan lainya. Jadi mana mungkin PKS mampu membiayai akar rumputnya. Lantas siapa yang bayar kekuatan akar rumput PKS ? pihak yang tidak ingin PDIP sebagai ruling Party, yang tentu berkaitan dengan Jokowi secara langsung. Mereka ini bisa saja dari Gerindra, atau keluarga cendana atau kroni Soeharto atau pengusaha rente yang bisnisnya terpuruk karena kebijakan Jokowi.

Sementara kalau ada Ormas Islam yang teribat membenci Jokowi itu hanya kunang kunang atau laron. Artinya selagi ada cahaya ( uang ) mereka akan kumpul bawa massa ke cahaya itu. Kalau cahaya mati ( engga ada uangnya ) mereka akan bubar dengan sendirinya. Jadi bukan kebencian yang terstuktur.

Jadi issue Jokowi keluarga antek PKI atau Jokowi anti Islam , antek aseng itu hanya jargon yang dipakai sebagai alat propaganda dengan cara cara yang dipakai PKI yaitu menciptakan fitnah terus menerus agar menjadi kebenaran itu sendiri.

Mengapa saya katakan fitnah ? tanya aja PKS dan PAN mengapa dulu mereka berkoalisi dukung Jokowi naik pentas politik? Tanya Gerindra mengapa dulu berkoalisi mendukung Jokowi sebagai Cagub DKI? Jadi kesimpulannya, tujuannya issue negatif itu hanya cara merusak reputasi Jokowi secara pribadi. Mengapa ? ya hanya dengan fitnah yang bisa membuat Jokowi jatuh.

Di luar itu tidak bisa. Karena Jokowi sebagai presiden jauh dari KKN , patuh terhadap hukum dan UUD. Secara pribadi, keluarganya harmonis dan setia kepada istrinya. Dan dia secara phisik pria sempurna, tidak invalid. Maka secara emosional dia stabil. Dah gitu aja.

Moga paham ya sayang

catatan Erizeli Bandaro

Iklan