Lebih Otoriter Mana? Saudi atau Negara Kita??

Arab Saudi (satu-satunya negara di dunia yang dinamai pake nama keluarga) baru-baru ini menangkap 20 imam, ulama dan cendekiawan yang dianggap membangkang karena tidak mau bersuara lantang kepada Qatar. Negeri itu juga tidak segan memenggal kepala orang yang dianggap mengkritik dan menghina keluarga kerajaan ataupun orang yang keluar dari agama Islam.

Sudah puluhan TKI yang divonis hukum pancung meskipun mungkin mereka hanya berusaha membela diri karena mau diperkosa majikannya. Arab Saudi adalah salah satu negara yang tidak mau tunduk pada HAM internasional. Meski demikian karena Saudi bersekutu dengan Amerika demi kepentingan minyak, maka hal itu dibiarkan saja oleh Amerika yang biasanya gembar-gembor soal HAM di negara lain.

Bandingkan dengan yang terjadi di Indonesia. Disini orang yang mengaku ulama bisa bebas berkeliaran menghasut, memprovokasi, membangkang bahkan mengatai Presiden anjing babi. Saat pemerintah mau “stop ulama kriminal” malah didemo dianggap mau mengkriminalisasi ulama. Jokowi yang sederhana dan merakyat malah dibilang diktator otoriter sedang Raja Arab yang diktator otoriter dan sudah menyebabkan 10.000 warga Yaman terbunuh justru disanjung puji.

Jika orang seperti mereka yang suka bikin rusuh negara ini tinggal di Arab pasti kepala mereka sudah lepas dari badannya. Mabok dogma memang terbukti membuat akal sehat dan hati nurani jadi mati sehingga tidak mampu memberikan penilaian yang jujur, adil dan obyektif.

Salam Waras

catatan Muhammad Zazuli

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s