Ulama yg tidak memusuhi Qatar, diangkap Saudi!

Kalau kamu ulama tinggal di Saudi dan tidak ikut bersuara keras terhadap Qatar, kamu mungkin akan ditangkap. Sampai sekarang sudah tercatat sekitar 20 ulama yang ditangkap oleh pihak keamanan Arab Saudi. Di antaranya, Salman Awda, Awad al-Qarni, Ali al-Omari, Ibrahim al-Haritsi, Muhammad bin Abdul Aziz al-Khudhairi, Hasan Farhan al-Maliki, Gharam al-Baysyi, Muhammad al-Hibdan, termasuk juga Pangeran Abdul Aziz bin Fahd.

Mereka bukan pendukung Qatar. Kesalahan mereka karena tidak ikut ramai-ramai mengeluarkan suara keras memaki negeri tetangganya tersebut.

Ini memang aneh. Biasanya ulama ditangkap karena mengkritik pemerintah. Di Saudi ulama ditangkap karena tidak ikut memaki negara lain. Kata Gus Zuhairi Misrawi, penangkapan itu bukan pemberangusan kebebasan berpendapat. Justru malah menghardikan untuk yang tidak berpendapat.

Konon Salman Awdah diciduk karena sebuah doa yang diunggahnya di twitter. Isinya, “Ya Tuhan pertemukanlah hati-hati mereka untuk kebaikan bangsa-bangsa mereka.”

Doa ini bagi penguasa Saudi dianggap semacam pelemahan semangat konfrontasinya dengan Qatar. Makanya ulama dengan 14 juta pengikut di twitter itu ditangkap penguasa.

Qatar sendiri, meskipun sebagai negara kecil, tidak mau begitu saja didikte Saudi. Mungkin Emir-emir Qatar masih yakin pengaruh kekayaannya dapat membeli dukungan para pemimpin dunia. Sedangkan Saudi yang merasa sudah menjadi jagoan di Timteng, bersikap tidak mau kalau diginiin. Jadilah perseteruan makin ramai.

Apa sih yang dituntut Saudi? Pertama Qatar diminta menutup jaringan berita Al Jazeera, memutus hubungan diplomatik dengan Iran, menggagalkan pembangunan pangkalan militer Tukri dan membayar uang pengganti ke Saudi karena dianggap kebijakan Qatar telah merugikannya. Disamping itu juga Saudi meminta Qatar untuk menyerahkan buronan politik Saudi yang selama ini berlindung di Qatar.

Ini memang bukan permintaan normal. Tapi lebih pada pengompasan seorang jagoan pada pedagang kecil. Dan Qatar menolaknya.

Nah, ulama-ulama Saudi yang menganggap konflik itu bukan hal yang positif karena itu cenderung diam, kini malah ditangkapi. Gelombang penangkapan ini terjadi justru kepada ulama-ulama yang netral sikapnya.

Mendengar banyak ulama yang ditangkapi di Saudi, seorang buronan asal Indonesia yang kabur ke Saudi gak pulang-pulang, rupanya deg-degan juga. Dia mencari tahu apakah dirinya juga termasuk yang diincar untuk ditangkap. Ketika sempat bertemu seorang pejabat kepolisian Saudi, dia menanyakan statusnya.

“Ente gak usah kuatir. Saudi hanya akan menangkapi para ulama. Kami tidak akan menangkap preman. Apalagi kalau perkaranya cuma urusan cabul,” jawab polisi itu menenangkan.

“Alhamdulillah…,” katanya dalam hati. Lalu diapun sujud syukur.

catatan Eko Kuntadhi

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s