Jokowi dan Freeport

Dua tahun lalu saya pernah berdiskusi dengan teman yang juga Fund Manager dari New York mengenai prospek Business Freeport. Waktu itu kami melihat masa depan Freeport McMoran dari tekhnis akuisisi. Dia begitu yakin bahwa Business utama Freeport McMoran di Papua akan tetap aman dengan KK (Kontrak Karya).

Banyak rumor dari kalangan Fund Manager bahwa Jokowi akan sama saja dengan Presiden sebelumnya, yaitu tidak berani dengan tegas membatalkan Kontrak Karya. Artinya soal sikap Pemerintah Indonesia abaikan saja. Focus terhadap bisnis freeport McMoran saja. Katanya. Saya katakan bahwa kalau dari segi bisnis , Freeport tidak lagi exciting dalam jangka panjang. Mengapa?

Pertama, bisnis tambang tembaga yang dihasilkannya tidak lagi memberikan laba yang significant. Apalagi harga tembaga terus melemah dan akan terus melemah dengan indikasi semakin meluasnya penguasaan tambang tembaga China di berbagai negara. Padahal Buyer potensial tembaga dunia adalah China. Artinya China akan lebih dulu membeli dari tambang mereka yang ada di luar negeri.

Kedua, management Freeport McMoran terjebak dengan beban hutang mencapai USD 20 miliar dan konyol nya hutang itu disebabkan expansi management merambah ke Business minyak dan gas yang tidak mereka kuasai. Di saat harga minyak terus turun membuat portofolio Business mereka juga drop. Disamping itu Freeport masih punya hutang kerusakan lingkungan mencapai USD 1,8 miliar.

Ketiga, Freeport mendapatkan pinjaman baru untuk memperluas tambang bawah tanah di Indonesia. Dan sampai kini utang itu di Cut walk oleh kreditur karena Freeport gagal mendelivery document compliance berkaitan dengan commitment Indonesia memperpanjang KK. Sekarang proses ekspansi tambang itu terancam molor. Jadi kesimpulannya Business Freeport untuk jangka panjang bukan sesuatu yang exciting namun bukan pula hal yang buruk. Jadi penilaiannya harus realistis. Kata saya.

Yang realistis itu apa? Tanya teman saya. Dengan tersenyum saya katakan bahwa Freeport harus menata bisnisnya secara sehat berjangka panjang. Negosiasi dengan Pemerintah Indonesia jangan lagi seperti genster. Mengapa ? Jokowi itu Presiden berlatar belakang pengusaha. Dia risk taker. Don’t trying him. Its over.

Saya tertarik dengan ungkapan Gengster itu. Apa yang belum saya ketahui tentang Freeport. Katanya. Ada rumor bahwa freeport McMoran hanya menggunakan bisnis tambang sebagai cover dari bisnis sebenarnya yang dilakukan oleh pemegang saham utama. Mereka bukan hanya merampok pemegang saham retail tapi juga mencuri dari rakyat Indonesia. Sampai kapan ini bisa bertahan. Sampai kapan bisa ditutupi ? Saya yakin Jokowi tahu itu dan juga Obama paham bahwa Jokowi engga mungkin mau ikut melanjutkan konspirasi yang sudah berlangsung puluhan tahun oleh Presiden sebelum nya. Teman saya , tersenyum sambil berkata ” semoga Anda benar. Tapi saya tidak yakin”

 

***
Benarlah tahun 2016, Freeport McMoran terpaksa melepas portofolio bisnis Minyak dan gas nya di California dan Mexico sebagai cara membayar hutang. Namun itu hanya membayar 10% dari total hutang Freeport McMoran. Saham freeport mulai jatuh di bursa. Beberapa fund Manager kelas dunia menempatkan saham freeport dalam posisi” jual”. Belum lagi rencana ekspansi kapasitas tambang dengan proyek penambangan bawah tanah mengalami stuck. Mundur 18 bulan dari rencan investasi. Sementara penjualan konsetrat di quota oleh Pemerintah Indonesia karena negosiasi atas keberadaan freeport yang keberatan dengan IUPK.

” Freeport benar benar menuju kehancuran. Para petinggi di white House kehilangan akses membujuk Jokowi. Semua jalur jakarta connection yang selama ini dibina sebagai asset nampak loyo. ” kata teman saya di bulan Agustus 2016.

Teman saya di New York menjelang Natal 2016 telp saya di jakarta ” benar kata Anda. Semua sudah berakhir. Saya dengar para investor mendesak menagement freeport melakukan konsolidasi bisnis dan memperbaiki visi freeport demi stabilitas jangka panjang.”

 

***
2017, Kini, hari ini , Freeport setuju mengikuti semua kondisi yang ditetapkan oleh Jokowi. Freeport kini bukan freeport yang dulu dengan gaya preman. Freeport kini adalah TNC yang paham bagaimana bermitra secara terhormat dan bertanggung jawab sebagai Agent pembangunan di lokasi bisnisnya untuk lingkungan yang lebih baik dan mengutamakan kepentingan stakeholder. Jadi kalau Freeport membuka diri melakukan valuasi saham secara fair itu artinya semua harus transfaran.

Tidak ada lagi saham goodwill kepada politisi busuk seperti sebelumnya. Kelak bila 51% saham freeport dikuasai oleh Indonesia , maka Jokowi berhasil menancapkan kembali merah putih di kawasan KK di Papua yang sempat lebih 30 tahun dikuasai oleh AS. Kini freeport tak ubahnya dengan Perusahan tambang lain yang ada di Indonesia dengan status IUPK. Terimakasih Pak Jokowi , Good job. Your mission accomplished.

catatan Erizeli Bandaro

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s