Belajar dari Bill Gates: Kebaikan Tak Butuh Apologi Keimanan

Bill Gates, sang dermawan itu hidup sederhana. Tahun 2011 mendonasikan 300 trilyun untuk amal kemanusiaan di Afrika. Dana besar itu untuk perbaikan tanah tandus, menggerakkan ekonomi & perbaikan sarana pendidikan. Betapa mulianya. Ia tak butuh kompensasi pahala, lebih2 karena iming2 72 bidadari.

Bill Gates sudah mencapai maqom tertinggi keikhlasan. Melakukan kebaikan karena itu baik & non kompensasional.

Kebaikan & kedermawanan itu gerak sejati setiap manusia. Kebaikan adalah puncak kesyukuran atas nikmat2 Tuhan. Itu yang dikatakan Bill Gates. “Untuk melakukan kebaikan itu saya tak butuh ceramah kaum agama. Tak butuh kuah-kuah apologi teologi. Saya mengenal kebaikan karena Sang Maha Baik mematrikan dalam jiwaku”, kata Milyuner yang hobby makan popcorn sambil selonjoran nonton tv. Padahal dia punya pabrik pesawat jet .

Saya suka kisah Bill Gates. Seperti Rasul Muhammad katakan; “senyummu adalah kebaikan”. Jelas donasi trilyunan di atas adalah kebaikan. Amal mulia yang kelak Tuhan akan menempatkan Bill Gates di singgasana kemuliaan. Kebaikan tak butuh apologi keimanan. Amal mulia tak butuh prasyarat iman. Kebaikan adalah kebaikan. Siapapun pelakunya.

catatan Muhammad Monib

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s