Tentang Patung Dewa: Belajar dari Malaysia

Patung ini dinamakan Patung Murugan, Salah satu Dewa Perang dalam kepercayaan agama Hindu. Berdiri di kawasan Batu Caves, Distrik Gombak, Selangor, Malaysia. Sekitar 13 Km dari Kuala Lumpur, cukup mudah untuk mencapai kawasan ini.

photo @Andy Syah Alam

Ketinggian patung ini mencapai 42,7M, (Patung Yesus Rio de Jenairo hanya 38 meter) dibangun tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2006. dibutuhkan 250 ton baja untuk menopang patung ini, serta perlu 300 liter cat emas untuk menghiasnya, sehingga menambah kemegahan patung dewa perang tertinggi di dunia ini.
.
Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, Malaysia adalah negara dengan masyarakat majemuk, multi etnis dan multi agama, pemeluk Islam mencapai 64%, Budha 18%, Kristen 9% dan Hindu hanya 6%.
.
Budaya mereka dipengaruhi oleh bangsa Melayu (62% penduduk), Tionghoa (24%) dan India (8%). Nyaris sama dengan kita, sejarah mereka dahulu dikuasai kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha, lalu kemudian beralih di bawah kekuasaan Sultan-sultan Islam untuk kemudian diakhiri penjajahan oleh kolonialisme Inggris Raya. Hindu kini hanya menjadi minoritas di negeri Jiran ini.
.
Urusan Islam, Mana yg lebih ketat dibanding Indonesia? Malaysia ternyata jauh lebih ketat dibanding Indonesia lho, konon, bagi non muslim yang menikahi muslim harus/wajib masuk Islam, di negara ini juga ada Mahkamah Syariah, kedudukannya Mahkamah ini lebih tinggi dibanding Mahkamah Sipil. Mahkamah Syariah sangat berkuasa mengatur kehidupan kaum muslim, seperti pernikahan, warisan, kemurtadan dan urusan umat.
.
Tapi bagaimana tentang toleransi beragama di sana? Meskipun umat Islam memiliki aturan ketat, warga dan pemerintah Malaysia tidak mempermasalahkan pembangunan patung dewa ini. Masyarakat muslim Malaysia sudah cerdas dan faham, bahwa pendirian patung itu ada di dalam kuil umat Hindu (apalagi Hindu cuma minoritas di sana), patung ini hanya bagian dari sesembahan umat Hindu, sama sekali tidak akan mengganggu kenyamanan ibadah umat Islam, apalagi sampai mengganggu akidah, dan uniknya lagi, warga negara Malaysia di sana juga tidak pernah ribut dan mempermasalahkan kenapa patung ini lebih tinggi daripada “Tugu Nasional Malaysia” yang tingginya cuma 15 meter saja !!!
.
Kesimpulannya: masa iya sih, sampai soal beginian aja kita masih harus belajar ke Malaysia??????

artikel dan photo dari Andy Syah Alam

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s