Ternyata benar hari ini akan ada demo di Surabaya menggugat patung dewa perang setinggi 30 meter di Tuban. Saya heran kok ya adaa aja orang yang resek dan usil ngurusi iman orang lain padahal katanya “bagimu agamamu, bagiku agamaku“.

Padahal itu patung dibangun dari dana donatur dan di areal kelenteng, apa ya masih salah? Soal perijinan juga lagi diurus. Lagipula soal ijin ini selalu dijadikan alasan untuk membongkar tempat ibadah agama lain seperti gereja dan vihara.

Soal itu katanya patung pahlawan Tiongkok dan tidak menunjukkan nasionalisme, lha memang orang Konghucu meyakini bahwa orang yang berjasa besar bisa naik tingkat jadi dewa kok situ yang sewot dengan keyakinan orang lain? Lha laksamana Cheng Ho yang muslim aja ada patungnya yang dipuja di kelenteng Sam Poo Khong, Semarang kok.

Memang air beriak tanda tak dalam. Yang paling ribut dan suka heboh ini yang biasanya otak dan imannya paling dangkal. Ironisnya yang model gini di Indonesia masih buanyaaaakkkk….

Salam Waras

catatan Muhamma Zazuli

Iklan