Hak Istimewa Untuk Membenci!

Saat ini di negeri kita sudah tumbuh suatu jenis masyarakat baru yang aneh, tak masuk akal dan merasa memiliki hak istimewa untuk membenci. Mereka merasa bebas membenci apa saja yang mereka tidak suka tapi mereka akan langsung marah dan ngamuk jika dirasa ada yang mengkritik dan tidak senang kepada mereka. Siapapun yang berbeda akan dianggap sebagai musuh dan anti religi tertentu. Bahkan tidak segan mereka mengeluarkan seruan “Bunuh dan Halal darahnya” kepada apa dan siapa saja yang bisa menerbitkan rasa kebencian di hati mereka yang kotor.

Hanya kalimat “jangan mau dibodohin pake ayat” bisa membuat mereka demo berjilid-jilid sampe ribuan orang bahkan menuntut pengucapnya dihukum mati, disalib dan dipotong-potong. Padahal dia orang yang baik dan tulus bekerja untuk rakyat. Dia selamatkan 12 trilyun uang rakyat, bikin ruang sehat dan terbuka untuk anak-anak, berikan pengobatan gratis untuk warga miskin, umrohkan puluhan marbot dan takmir serta bikin masjid-masjid yang megah indah dan sebagainya.

Hanya kalimat “Dasar Ndeso” bisa bikin mereka kebakaran jenggot dan merasa harus mempolisikan anak muda kocak yang melakukan kritik sosial pada kelompok mereka. Seorang ibu dengan 2 anak bahkan sempat terusir dari kampung halamannya hanya karena mengkritik junjungan mereka, Bang Toyip yang minggat dan ga pulang-pulang karena takut gemetaran mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Seorang anak remaja bahkan pernah ditampar dan dipersekusi hanya karena mengkritik bang Toyip yang pengecut tapi punya banyak pemuja sok aksi ini. Topi Sinterklaspun tak luput dari sweeping dan kebencian mereka. Yang paling gila adalah aksi boikot mayat serta pawai anak kecil di bawah umur yang bertakbir sambil teriak “Bunuh, Bunuh, Bunuh….!!!”

Saat ini kita tinggal di negeri ajaib yang sebagian rakyatnya sudah kehilangan akal sehat, hati nurani, budi pekerti luhur dan kewarasannya. Entah dogma apa yang dijejalkan ke dalam pikiran dan bawah sadarnya sehingga bisa tercipta generasi aneh bin ajaib seperti mereka. Sebegitu sulitkah sekedar menjadi orang yang baik saja? Sebegitu sulitkah menjadi orang yang cinta damai sehingga lingkungan kita merasa aman dengan kehadiran dan keberadaan kita? Sebegitu sulitkah sekedar menjadi orang yang waras saja?

catatan Muhammad Zazuli

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s