Mengatasi Overdosis Agama dengan Penegakan Hukum

Di jaman orde baru, kebebasan berpendapat dan berserikat dibatasi. Nalar kritis masyarakat dikebiri. Tapi bagusnya kelompok radikal tidak berani unjuk gigi terang-terangan, begitu juga dengan aksi intoleransi.

Di jaman reformasi, orang bebas berserikat dan berpendapat. Rakyat juga menjadi lebih kritis. Tapi radikalisme, terorisme dan intoleransi marak dimana-mana. Sungguh sulit meramu formula yang tepat agar kebebasan tetap ada tapi jangan sampai terjadi overdosis agama.

Penegakan hukum yang dilakukan pemerintahan Jokowi (seperti wacana pembubaran HTI, FPI dan ormas radikal lain serta upaya menyeret Rizieq ke penjara) mungkin akan menjadi shock therapy yang cukup efektif agar orang tidak lagi mabok dogma dan overdosis agama sehingga melupakan akal sehat, hati nurani dan nilai2 kemanusiaan.

catatan Muhammad Zazuli

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s