Si ade armando bermubahalah (saling bertaruh azab) dengan rizieq. Hal ini ane rasa cukup lucu karena mubahalah sendiri bukan masuk kerangka hukum positive dalam sistem peradilan modern, dan gak bisa di gunakan sebagai pembuktian benar dan salah, karena benar dan salah harus harus di buktikan dengan fakta dan data bukan hanya saling bertaruh kena sial atau azab, karena hal semacam itu sangat subjektive, bisa jadi orang yg benar kena sial lalu dianggap salah.

Atau sebaliknya klo orang salah tapi karena hoki dia gak kena sial maka dia dianggap benar. Hal semacam ini jelas sangat spekulative… tapi mungkin ada yg ngotot mengatakan hal ini masalah keimanan, orang² sesat dan kafir ngatheis macam ane gak bakal paham.

Tapi mari ane jelaskan merujuk sejarah islam sendiri klo mubahalah sendiri sebenarnya bisa dianggap absurd bahkan bisa di anggap bukti islam salah bagi kritikus anti islam.

Hal ini sendiri berawal dari tantangan mubahalah Muhammad kepada patriach dan umat Nasrani arab di jaman dulu untuk membuktikan klo Yesus adalah manusia biasa bukan penjelmaan tuhan seperti doktrin trinitas, tapi umat Nasrani tidak menanggapi mubahalah itu. Dan hal ini dalam kacamata doktrin umum islam selalu dianggap bukti bahwa umat Nasrani kalah karena tidak berani bertaruh dengan Muhammad.

Tapi di sisi lain klo melihat fakta sejarah setahun (ada yg mengatakan 2-3 tahun) sesudah muhabalah itu Muhammad meninggal, bahkan rombongan yg ikut mubahalah itu seperti keluarga Ali termasuk putra²nya alias cucu Muhammad (para ahlul bait dan ahlul kisa) terbunuh semua beberapa tahun berikutnya. Padahal dalam budaya muhabalah timur tengah siapa yg meninggal duluan atau seluruh keluarganya habis dalam pertaruhan mubahalah , maka mereka dianggap pihak yg salah….. umat islam tentunya gak bakal menerima klo nabinya salah dan kalah dalam bermubahalah, dan tetap berkeyakinan dalam mubahalah ini nabi Muhammad yg benar.

Jadi seperti yg ane bilang di awal mubahalah tidak termasuk kerangka hukum positive, dan pembuktiannya sangat absurd karena ini seperti pertaruhan lainnya. Yg betul adalah benar dan salah di buktikan di pengadilan dengan bukti, fakta, dan data bukanya saling sumpah, saling mubahalah, atau saling sumpah pocong.

catatan Agung Silvianto Dasritara

Iklan