Ada Apa dengan Muhammadiyah??

Pagi tadi saya membaca berita, ada statemen dari pak Din Syamsuddin, “ini ada apa dengan KPK?” Beliau seakan pede menyatakan bahwa tidak salah jika harus berperasangka buruk (su’udzon) terhadap KPK.

Jadi gini, jujur saja saya dulu termasuk yang membanggakan prof. Dr. Din Syamsuddin, waktu itu beliau masih menjabat sebagai Ketua umum PP Muhammadiyah. Dan pernah juga dalam suatu kesempatan, beliau mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur, untuk silaturohmi bersama warga Muhammadiyah yang di sana.

Semenjak pak Din sering terlihat “mesra” bersama barisan “pasukan kremi”, ada yang berbeda di ‘tubuh’ Muhammadiyah. Entah tidak seperti dahulu yang saya tahu dan kenal. Saya juga enggan untuk ber-su’udzon terhadap beliau. (Maaf saya sebut pasukan kremi karena suka demo).

Mengapa kini Muhammadiyah terkesan menyerang KPK? Bahkan semula PAN yang menolak hak angket terhadap KPK kini berbalik mendukung?

Fakta di persidangan terkait kasus mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah sebagai tersangka korupsi alat kesehatan (alkes) buffer stock harus dihormati. Baik oleh warga Indonesia dan juga warga Muhammadiyah khususnya.

Saya ingin bertanya pada warga Muhammadiyah: Ada apa dengan Muhammadiyah? Kok jadi baperan gini hanya karena pak Amien disebut diduga terima uang 600jt ? Masa gara2 bela yang tak tepati janji jalan kaki Jakarta-Jogja, warga Muhammadiyah jadi tajam menyerang KPK?

Kita harus belajar dewasa menyikapi fakta hukum di persidangan kasus Siti Fadillah ini, bukan malah membuat statemen yang bisa bikin suasana makin runyam. Membela pak Amien sih wajar2 saja, tapi jika su’udzon, apalagi menyerang KPK apa itu tidak berlebihan?

Toh semua masih harus dibuktikan, toh juga masih diduga, belum tersangka. Cobalah yang gentel dan tantang balik KPK suruh buktikan. Itu akan lebih elegan daripada menyerang KPK yang mayoritas didukung rakyat Indonesia.

“Tapi KPK kan juga gak sempurna, boleh dong diduga-duga?”

Ok lah KPK tentu juga tidak sempurna, tapi apakah pak Amien juga sudah sempurna, sehingga baru disebut namanya di persidangan warga Muhammadiyah harus marah? Setidaknya KPK sudah banyak berkontribusi nangkepin maling berdasi.

Yang bikin saya heran, mengapa saat mantan ketua umum PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif dihina oleh kelompok “bar-bar” pemuda Muhammadiyah diam? Mengapa pak Amien yang baru diduga terima uang haram saja warga Muhammadiyah seakan sudah “sakit jiwa?”.

Masa baru soal internal Muhammadiyah saja sudah tebang pilih. Apa karena Syafi’i Ma’arif dianggap tidak berjasa dibidang politik, sehingga beliau tak berhak dibela oleh warga Muhammadiyah? Emangnya Muhammadiyah itu Ormas bidang keagamaan atau sudah jadi partai politik?

Apa saya harus menuliskan dan membacakan kontribusi serta jasa-jasa Buya Syafi’i Ma’arif, sehingga warga Muhammadiyah baru melek semua matanya?

Ah…sudahlah….

Mungkin Buya Syafi’i Ma’arif tidak butuh dukungan dan pembelaan dari orang2 munafik, karena cukup Allah SWT sebagai penolongnya. Semoga Buya sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Aamiin.

catatan Yusuf Muhammad

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s