Akan meluncur film 212 The Power of Love.  Kok pake bahasa kafir ya?  Dan sejak kapan 212 bisa digabung dg Kekuatan Cinta.

212 adalah gerakan politik dg menggunakan agama untuk memenjarakan seorang gubernur yg sudah mengabdikan diri pada rakyat. 212 adalah cerita ttg bagaimana ‘tujuh juta’ orang mengikuti seruan seorang ulama yg kini jadi buronan. Tidak pernah berurusan dg cinta. 

Setahu saya demo² berlalu adalah demo kepentingan politik Pilgub DKI. Bukan demo kepentingan umat & kebutuhan umat Islam.

Bagi saya yang umat butuhkan bukan demo. Mereka butuh pendidikan, kesehatan & perbaikan ekonomi & kesejahteraan. Dan Ahok & Djarot sudah ikhtiar memberikan. Diakui publik & dunia.

Demo berlalu digerakkan oleh ormas yang doyan sekadar bawa² nama Islam. Yang digerakkan okeh tokoh2 umat yang haus kekuasaan & ingin mengganti dasar2 & sistem negara Indonesia.Jadi negara agama. Diatur dengan hukum² agama. Oleh tokoh² agama itu.

Berikan contoh negara agama yang sukses memajukan & mensejahterakan rakyat & umatnya! Buka mata & nalar! Tapi, jujur, ormas & tokoh² agama itu sukses memobilisasi sentimen keislaman. Bagaimana isinya? Gak ada tuh orasi & ceramah tentang cinta, damai, harmonis. Gak ada seruan cerdas, bernalar & tentang nurani.

Yang ada ganyang Ahok. Gantung Ahok. Tumbanngkan Jokowi. Turunkan Jokowi. Dimana kepentingan Islamnya?Dimana seruan cintanya?

Jangan biasakan membodohi umat. Jangan biasakan ngadali umat. Jangan biasakan nunggangi umat. Kasihan mereka!

catatan Muhammad Monib

Iklan