Apa lagi yang bisa dikatakan? Kenapa orang-orang ini menyebut diri mereka muslim yang menegakkan Islam, tapi kemudian dengan mudah menyebarkan fitnah dan kebohongan?

Dua hari lalu, terbongkar bagaimana akun instagram yang menggunakan nama @muslim_cyber1 menyebarkan fitnah dan kebohongan.

Polisi menangkap admin akun tersebut yang adalah seorang pria muda, bernisial HP, 23 tahun, berwajah polos yang tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Akun yang dikelolanya adalah satu dari akun-akun lain yang bergabung dalam jaringan Muslim Cyber Army. Akunnya diikuti 12 ribu orang. Ia sudah mengunggah hampir 1000 posting. Isi postingnya? Anda bisa tebak sendiri. Ada banyak pernyataan rasis, menghina Tionghoa dan Kristen.

Namun yang akhirnya membuat ia diciduk polisi adalah rekayasa percakapan antara Kapolri dengan Kabid Humas Polri Argo Yuwono tentang skandal Rizieq dan Firza, yang ia buat..

Dalam percakapan palsu itu, . Kapolri seolah-olah memerintahkan Kombes Aro Yuwono untuk memaksa Firza mengakui bahwa chatnya dengan Rizieq adalah chat asli. Ini harus dilakukan karena semakin banyak pihak yang mencurigai bahwa chat Firza dan Rizieq itu adalah palsu.

Dalam percakapan palsu itu, terbaca Tito menyatakan bahwa Metro TV dan Kompas TV sudah siap dijadikan alat untuk menyebarkan kebohongan tersebut. “Yang penting, kredibilitas Rizieq jatuh di mata publik,” kata Tito dalam percakapan palsu itu.

Screenshot percakapan palsu itu diupload hari Rabu (18/5) pagi. Foto diberi caption, “Nih bukti chatan pak.TITO KARNAVIAN dengan kombes pol YUWONO. Mereka panik dan akan mengintimidasi FIRZA dan akan memaksa FIRZA buat mengakui dengan paksa bahwa chatan yang di lakukan dengan HRS itu asli, padahal ketauan sendiri mereka panik dan takut ketahuan kalo chat-an itu hanya di buat-buat”.

Ketika ditanya polisi mengapa ia melakukan kebohongan itu, tersangka HP menyatakan: “Untuk membela Habib Rizieq”.

Betapa menyedihkannya. Anak muda ini seharusnya bisa berkreasi dengan jauh lebih produktif untuk kepentingan diri, keluarganya atau masyarakatnya.

Dia jelas tidak bodoh. Apa yang dilakukannya jelas kreatif. Tapi alih-alih digunakan untuk kebaikan, justru disalurkan untuk memecah belah bangsa. Apalagi, dia melakukannya dengan semangat membela Islam .

Rupanya dia percaya bahwa untuk perjuangan Islam, apapun bisa dilakukan, termasuk memfitnah, menyebarkan kebencian, dan menyebarkan kebohongan.

Lebih menyedihkannya lagi, dia pasti tidak sendirian. Ada banyak anak-anak muda muslim lain di Indonesia yang bertindak serupa.

Tapi saya percaya, mereka sebenarnya adalah korban. Mahluk terjahatnya adalah mereka yang menanamkan kebencian itu di kepala mereka dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan politik atau ekonomi sempit mereka. Guru-guru mereka. Pimpinan-pimpinan mereka. Karena itu, memang tak ada jalan lain bagi pemerintah.

Habisi saja pucuk-pucuk pimpinan mereka. Hancurkan organsasi dan jaringan mereka. Dan pada saat yang sama didiklah dan rangkullah anak-anak muda yang menjadi korban ini untuk kembali ke jalan yang benar.

catatan Ade Armando

Iklan