Indonesia sedang berduka pasca diguncang oleh suara ledakan bom (dugaaan sementara bom bunuh diri), di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu malam, (24/05/17).

Akibat serangan tersebut, dikabarkan ada 5 yang meninggal, diantaranya 3 anggota polri dan 2 orang diduga pelaku bom bunuh diri, serta ada belasan korban lain yang luka-luka.

Apapun alasannya, melakukan bom bunuh diri di tempat umum yang targetnya masyarakat awam adalah suatu bentuk kebiadaban.

Harus diakui doktrin-doktrin sesat mengatasnamakan jihad dan ajaran agama telah mewabah, bahkan telah ditanamkan pada pikiran anak-anak sejak dini. Parahnya doktrin sesat dan biadab itu juga telah diajarkan dan masuk di suatu lembaga pendidikan.

Miris memang….

Ketika anak-anak bangsa lain berlomba-lomba merakit robot masa depan dan meneliti tentang perkembangan teknologi, maka anak negeri ini justru diajarkan cara menenteng senjata dan merakit bom untuk membunuh sesama.

Ketika saya keras bersuara tentang bahaya radikalisme, ada skelompok dari mereka yang menentangnya dengan menuduh saya telah menjelekkan agama mereka. Maka saya ingin tanya, adakah satu agama yang mengajarkan membunuh di tempat umum dengan cara bom bunuh diri?

Jika ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang itu, maka saya akan siap mengamalkannya.

Teroris jelas adalah musuh bersama, musuh semua umat beragama dan musuh bagi seluruh rakyat Indonesia yang cinta akan kedamaian di bumi NKRI.

Teroris jelas tidak mewakili suatu ajaran agama apapun, kecuali ajaran Syetan jahannam yang menyesatkan. Maka dari itu, sudah saatnya rakyat dan aparat bersatu padu melawan serta mengutuk aksi-aksi biadab tersebut.

Aparat dan pemerintah harus lebih tegas memberantas semua bentuk kejahatan yang berlindung dibalik ajaran sesat mengatasnamakan agama.

Seperti perintah Presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu, “aparat keamanan jangan ragu, kita gebuk saja,….”

Yusuf Muhammad,
(Aktivis anti terorisme dan pecinta ulama nasionalis)

Iklan