Perilaku dan jalan pikiran sebagian umat Islam itu memang aneh, lucu, bahkan cenderung koplak.

Coba saja perhatikan:

Mereka memaki-maki Kristen-Yahudi tetapi menikmati produk-produk mereka dengan senang hati dari film-film Hollywood sampai medsos, termasuk fesbukan dan chatting setiap hari he he. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki Barat sebagai “negara kapir” tapi kalau liburan hobinya ke Barat (kecuali Mamat-Mimin tentunya yang cukup di Ancol dan TMII saja he he).

Kalau mengungsi dan migrasi maunya ke negara-negara Barat. Menyekolahkan anak-anak mereka juga ke Barat. “Studi banding” juga ke Barat. Mereka juga suka dan bergembira ria makan-makan dan ngerumpi di resto-resto cepat saji milik Barat: KFC, McD dan sejenisnya. Mereka juga suka menikmati gadis-gadis Barat he he. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki pemerintah setempat sebagai “kapir-tiran” tetapi menikmati fasilitas-fasilitas yang disediakan pemerintah. Bahkan tidak sedikit para aktivis dan simpatisan “almarhum” HTI maupun ormas-ormas Islam tengil lainnya yang menjadi PNS atau pejabat negara. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki para pemimpin kapir tetapi menikmati duit atau gaji dari si kapir itu. China-nya diharamkan tetapi angpao-nya dihalalkan. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki demokrasi dan kapitalisme tetapi tiap hari menikmati buah dan produk-produk demokrasi dan kapitalisme. Anti demokrasi tapi hobi demo, anti kapitalisme tapi suka ngemall. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki China tapi menikmati produk-produk China. Coba dicek itu semua perabotan dan onderdil si Mamat-Mimin jangan-jangan made in China semua: HP-nya, tipinya, katok kolornya, celana cingkrangnya, sampai cawet dan celana dalam-nya (kalau pakai) he he. Koplak kan?

Mereka mencaci-maki perempuan berpakaian mini eh malah suka nonton bokep dan demen lihat rok mini (apalagi isinya) he he. Koplak kan?

Jadi sudahlah hentikan omong-kosong dan bualanmu itu. Bukalah “topeng-topeng monyet” kalian. Tidak usah belagu dan munapik. Hiduplah yang wajar, apa adanya, menikmati indahnya dunia dan keragaman manusia. Atau kalau mau koplak sendirian saja, tidak usah mengajak yang lain. Koplak kok berjamaah.

catatan Sumanto Al Qurtuby

Iklan