JOKOWI – AHOK adalah 2 Negarawan Sejati!

Salah satu faktor utama yang menyebabkan Ahok kalah di Pilkada dan bahkan kini harus mendekam di tahanan adalah, memang, Jokowi.

Kesalahan jokowi adalah: dia tidak menggunakan kekuasaan, uang dan segenap sumber daya yang sebenarnya ia miliki untuk memanipulasi proses Pilkada dan Pengadilan.

Jokowi terlalu jujur dan lurus sebagai seorang penguasa. Dia memang lebih cocok jadi pedagang bisnis mebel di Solo. Dia tidak bersedia menjalankan tradisi politik yang sudah berurat berakar di Indonesia. Dia tidak mau melakukan transaksi. Dia tidak mau menggunakan bahasa kekuasaan dan kekerasan. Dia mau memimpin Indonesia dengan cara seorang kudus. Dan karena itu Ahok kalah.

Tapi ironisnya, Ahok saya rasa memang ingin Jokowi bersikap begitu.

Jokowi sejak awal sudah bisa menghentikan Ahok maju jadi Cagub.

Sebelum Pilkada dimulai, seorang pimpinan partai politik secara khusus mendesak Jokowi meminta Ahok mempertimbangkan kembali niat menjadi Gubernur DKI 2017-2022. Bagi tokoh itu, memenangkan Ahok luar biasa sulit karena Ahok adalah Kristen, Tionghoa, dan punya terlalu banyak musuh akibat langkah-langkah anti korupsinya. Ini terjadi bahkan sebelum kasus tuduhan penistaan agama muncul. Ketua parpol itu bilang, kubu lawan akan menggunakan segala cara untuk menjatuhkan Ahok, dan ujung-ujungnya Jokowi sendiri yang akan terkena getahnya.

Jokowi tidak berkata apa-apa, tapi kemudian mempertemukan sang ketua parpol dengan Ahok. Ketua parpol itu kembali menjelaskan segenap argumennya. Tapi Ahok bergeming. Dia bilang, dia tidak mungkin mengkhianati kepercayaan satu juta warga Jakarta yang sduah bersedia menyerahkan KTPnya untuk mendukung dia maju melalui jalur independen. Kata Ahok, kalau dia kalah, ya tidak apa-apa. Tapi kepercayaan satu juta orang itu harus dia hormati.

Ketika itu, Jokowi tidak berkomentar apa-apa. Tapi dengan begitu, sikap dia sudah sangat jelas. Aspirasi sang Ketua Parpol sudah disampaikan langsung pada Ahok tapi Ahok juga berhak untuk mengambil sikap tanpa tekanan siapapun.

Begitu Ahok maju bertarung, Jokowi setia pada pernyataannya agar proses Pilkada berlangsung secara bersih, adil, jujur, tanpa intervensi kekuasaan manapun. Begitu juga dengan kasus hukum yang menjerat Ahok. Jokowi terlalu percaya bahwa kekuasaan Presiden itu terbatas dan harus dibatasi.

Sejak awal, Jokowi bisa memerintahkan polisi untuk tidak menindaklanjuti pengaduan kelompok-kelompok islam. Tapi itu tidak dia lakukan.

Dia bisa menjanjikan berbagai imbalan politik bagi partai-partai politik yang berada dalam koalisi pendukungnya untuk all out mendukung Ahok. Tapi itu dia tidak lakukan.

Dia bisa melakukan transaksi politik dengan kubu SBY, begitu Agus Yudhoyono tersingkir. Dia bisa meminta seluruh pendukung AHY pindah ke gerbong Ahok dengan imbalan kemudahan dalam berbagai kasus hukum yang menghadang SBY dan keluarganya. Tapi itu dia tidak lakukan.

Dia bisa meminta para para pengusaha untuk all out mengucurkan dana untuk membayar kelompok-kelompok Islam, membayar Rizieq dkk atau bahkan membeli suara rakyat. Tapi itu dia tidak lakukan.

Dia bahkan bisa mempengaruhi proses pengadilan. Tapi itu dia tidak lakukan.

Jokowi tahu persis bahwa nasib Ahok akan sangat berpengaruh terhadap proses menuju Pilpres 2019. Dia tahu persis memenangkan Jakarta adalah langkah vital bagi proses menuju Pilpres 2019. Dia bisa menekan, memanipulasi, mengintervensi,…. Namun itu semua dia tidak lakukan.

Semua itu tidak dilakukan karena Jokowi, dan Ahok, pada dasarnya adalah corak pemimpin yang tidak pernah percaya pada prinsip’TUJUAN MENGHALALKAN CARA’.

Bagi Jokowi dan Ahok, mencapai tujuan yang baik harus dilakukan dengan cara baik.

Sebagian pihak akan dengan sinis mengatakan, sikap semacam itu tidak akan berhasil dalam dunia politik. Bagi orang sinis semacam ini, politik adalah dunia yang kotor sehingga tidak pada tempatnya orang seperti Jokowi dan Ahok berpolitik dengan cara bersih.

Karena itu, marilah kita buktikan bahwa jalan yang ditempuh Jokowi dan Ahok adalah jalan yang benar, jalan yang diridhoi Allah.

Kita harus kawal terus langkah mereka. Sehingga pada akhirnya nanti kita akan bisa mengatakan, jalan ini adalah jalan yang sulit, tapi pada akhirnya jalan yang bersih ini adalah jalan yang benar.

catatan Ade Armando

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s