Walau sudah dapat diduga, sampai saat ini tidak terdengar sikap MUI terhadap Rizieq Shihab serta tuduhan-tuduhan yang ditimpakan terhadapnya. MUI dulu mengeluarkan sikap keagamaan terhadap Ahok sehingga sang mantan gubernur akhirnya harus masuk tahanan.

Kini, MUI bungkam seribu bahasa mengenai apa yang dilakukan Rizieq. Rizieq sudah menjadi buronan polisi. Padahal Rizieq adalah ulama besar di Indonesia yang perilaku dan ucapannya menjadi rujukan bagi jutaan pengikutnya di seluruh Indonesia.

Rizieq bahkan disebut sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Karena itu, perilaku Rizieq memiliki arti penting bagi bangsa ini. Celakanya, MUI memilih bungkam!

  • MUI selayaknya mengeluarkan sikap keagamaan terhadap ‘menghilangnya’ Rizieq dari Indonesia.
  • MUI selayaknya mengeluarkan sikap keagamaan terhadap haram-halalnya melakukan chat WA berisikan ucapan dan gambar-gambar mesum sebagaimana yang diduga dilakukan Rizieq dan Firza.
  • MUI selayaknya mengeluarkan sikap keagamaan terhadap pernyataan Rizieq yang dianggap melecehkan ajaran Kristen, dengan bertanya ‘ siapa bidan kelahiran Yesus?’.
  • MUI selayaknya mengeluarkan sikap keagamaan terhadap pernyataan Rizieq yang dianggap melecehkan budaya lokal, dengan memelesetkan ‘sampur rasun’ menjadi ‘campur racun’.
  • MUI selayaknya mengeluarkan sikap keagamaan terhadap pernyataan Rizieq bahwa dalam Pancasila versi Presiden Soekarno. ‘KeTuhanan Yang Maha Esa ditaruh di pantat’.
  • MUI selayaknya bicara kalau MUI masih ingin dipandang sebagai badan yang memiliki kewibawaan dalam urusan agama.

Apa yang dilakukan Rizieq, dalam pandangan saya, sungguh memalukan umat Islam di Indonesia. Dia adalah seburuk-buruknya contoh seorang pemuka agama. Bila MUI diam saja artinya MUI membenarkan perilaku dan ucapan Rizieq Shihab. Atau … memang MUI mendukung Rizieq?

catatan Ade Armando

Iklan