Kasus Nurul Indra: Apakah Islam Tidak mengajarkan Perbedaan Pendapat? Haruskah yg Berbeda dituduh Menista Agama??

Nurul Indra seorang wanita yang berani berdiri melawan intimidasi mayoritas Islam di Padang yang pernah datang ke ke Jakarta saat Aksi 212 dan melantangkan bahwa semua orang bebas bersuara. Sekalipun dia bukan orang padang asli, dia hanya ingin menunjukkan kepada org² di sana untuk jangan takut bersuara. Dan saya yakin mbak nurul tahu resiko yang dia hadapi.

(Dia cuma orang luar padang yang bakar lilin disana, salahnya dimana?? Haruskah dia diancam dan dituduh provokator? dia saja tidak melontarkan kata2 hate speech/ujaran kebencian)

Mendengar berita ini, saya jadi ingat kisah pro kontra bagaimana Nabi Muhammad memperlakukan seorang wanita yang menyuarakan hak nya untuk menentang Muhammad. Dan kemungkinan besar sebagian penganutnya mengambil sikap yang sama dengan junjungannya.

Kisah ini saya ambil dari situs Islam sendiri, voa-Islam.com :

“Ibnu ‘Abbas berkata, “Seorang wanita dari kabilah Khathamah, bernama Asma’ binti Marwan, mengejek nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melalui syairnya. Mendengar ejekan tadi, Nabi berkata kepada para sahabatnya, “Siapa yang siap menyelesaikan urusan wanita itu untukku?” Seorang lelaki bernama Umair bin Adi bin Al-Khatami berdiri, “saya”

Lalu ia pergi mencari wanita tadi dan lalu membunuhnya. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia langsung kembali dan melaporkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun kemudian bersabda, “Kambing betina sudah tidak bisa lagi menanduk.”

Umair lalu menuturkan, “Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling kepada para sahabat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian berkata, “Apabila kalian ingin melihat seorang lelaki yang menolong Allah dan Rasul-Nya secara diam-diam dan tidak diketahui orang, maka lihatlah kepada Umair bin Adi.”

(Disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam Ash-Sharim Al-Maslul, hlm. 95)”

Dari dua kisah berbeda masa diatas ini, apakah Islam memang tidak mengajarkan kebebasan berpendapat, dan semua yang berbeda dengan Islam dituduh mengejek atau menistakan Islam?

Tidak bisakah Islam mengajarkan Ide dilawan dengan Ide, bukan ide dilawan dengan teror? Pasal penodaan agama itu sama saja memanjakan orang² fanatik untuk melakukan teror dan intimidasi…!

catatan Rais Sapoetra

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s